Edukasi Mengenai Rabies Mesti Lebih Masif dan Berkelanjutan

Denpasar, BIG.com

Seluruh unsur masyarakat mesti terlibat dalam menanggulangi rabies. Persoalan rabies tidak dapat hanya dibebankan ke pemerintah atau tenaga kesehatan hewan, tetapi membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama, terutama warga yang memelihara anjing. Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan hal itu saat menerima audiensi jajaran Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (11/9/2026).

Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi berbagai pihak dalam mempercepat penanganan dan penanggulangan rabies di Bali.

TERIMA AUDIENSI PDHI – Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (11/9/2026).

(BIG.com/ist)

Gubernur Koster mendorong agar edukasi mengenai rabies dilakukan secara lebih masif dan berkelanjutan. Masyarakat perlu memahami bahwa memelihara hewan bukan hanya persoalan memberi makan dan merawatnya, tetapi juga memastikan kesehatan, vaksinasi, pengendalian reproduksi, serta keamanan hewan tersebut, agar tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan.

Masyarakat juga diimbau agar jangan sampai mengabaikan kasus gigitan anjing atau hewan penular rabies (HPR) lainnya. Bila terjadi gigitan, maka korban harus segera mendapat penanganan yang tepat dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak terkait. ‘’Kesadaran masyarakat dalam mengenali risiko dan mengambil tindakan cepat menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya korban akibat rabies,’’ tegas Koster.

Di sisi lain, pemilik anjing di Bali diharap memastikan hewan peliharaan masing-masing mendapat vaksinasi anti-rabies secara rutin, tidak dibiarkan berkeliaran, serta melakukan sterilisasi sebagai bagian dari pengendalian populasi.

Sebelumnya PDHI Cabang Bali menyampaikan sejumlah langkah kolaboratif yang diarahkan untuk mendukung terwujudnya Bali Bebas Rabies 2030. Upaya tersebut meliputi peningkatan edukasi masyarakat, perluasan vaksinasi rabies pada hewan penular rabies (HPR), serta pengendalian populasi hewan telantar atau liar melalui program sterilisasi secara manusiawi.

Gubernur Koster mendukung pelaksanaan kegiatan World Rabies Day (WRD) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya rabies, sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Peringatan World Rabies Day rencananya digelar pada 27 September 2026 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Renon, Denpasar. Sejumlah kegiatan disiapkan yakni sterilisasi gratis untuk anjing liar, vaksinasi rabies gratis, ‘’Pet Fun Walk’’, lomba anjing sehat, lomba makan untuk anjing, serta berbagai kegiatan edukatif dan menarik lainnya.

Gubernur Koster mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan ini, sekaligus menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memutus mata rantai penyebaran rabies di Bali. Dia menekankan bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat, terutama melalui kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab.

Kolaborasi antara pemerintah, PDHI, tenaga medis veteriner, komunitas pencinta hewan dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanggulangan rabies. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan langkah penanganan yang lebih terintegrasi, inklusif dan memberikan dampak nyata bagi keamanan masyarakat Bali. (02)

 

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru