Oleh: I Nyoman Baskara

MUNGKIN sebutan Bali Pulau Bambu tidak banyak yang menduga atau mungkin masih banyak netizen tak tahu. Sepertinya tak terlalu penting diperdebatkan. Penulis merasa perlu menyampaikannya, mengingat keberadaan bambu memberi begitu banyak manfaat, bagi warga dan alam Bali.
Jumlah jenis bambu di Indonesia tak kurang dari 180 spesies. Empat puluh spesies di antaranya atau lebih dari 20 persen tumbuh subur di Pulau Dewata. Dari berbagai sumber referensi yang penulis dapati bahwa bambu mempunyai manfaat besar bagi suatu wilayah di antaranya sebagai tanaman konservasi tanah dan air. Sistem perakaran bambu mampu mengagregat tanah, sehingga mencegah longsor. Pada sisi lain, akar bambu dapat berfungsi menahan menahan atau menyimpan air, layaknya spon. Air yang tersimpan tersebut kemudian didistribusikan melalui pori-pori tanah mengikuti gravitasi. Hal ini akan menjaga keberlanjutan fungsi mata air. Masyarakat Afrika bahkan mempunyai filosofi “menanam bambu adalah menanam besar’’.

TUMBUH DI BALI – Salah satu jenis bambu yang tumbuh di Bali.
(BIG.com/ist)
Bambu sangat bermanfaat untuk menekan emisi dan gas rumah kaca. Daya serap bambu terhadap CO2 sangat tinggi dibanding tanaman lain, serta kemampuannya melepas oksigen yang relatif besar. Ini menyebabkan atmosfir di sekitar kawasan hutan bambu sangat sejuk segar serta menenangkan. Tentu saja, hal ini sangat baik untuk healing atau kegiatan berdimensi spiritual.
Bambu mempunyai manfaat ekonomi yang sangat besar. Dengan sentuhan teknologi terkini, bambu dapat diolah menjadi belasan produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi. Hal tersebut dapat kita gali dan temukan pada hasil riset yang dilakukan Dr. Diah Kencana bersama tim ahli Bamboo Learning Center (BLC). Tentu saja hasil riset tersebut harus ditindaklanjuti dengan hilirisasi produk. Dengan demikian, efek dominonya akan semakin membumi.
Kembali pada dominasi jenis bambu di Bali, disebabkan kebutuhan budaya Bali. Hampir setiap upacara adat memerlukan bambu, baik sebagai bahan properti pada umumnya dan atau properti sarana upacara.
Dalam konteks arsitektur tempo dulu, hampir semua jenis bangunan tempat tinggal warga Bali menggunakan bambu. Proses perencanaan bangunan tersebut pun tak lepas dari kearifan lokal berupa hari baik menanam dan memotong bambu. Teknologi dan proses perlakuan untuk menjaga daya tahan bambu, sudah sejak dikenal. Hal tersebut dikemukakan Ir. Agung Tenaya (anggota BLC), yang berprofesi sebagai arsitek yang khusus memanfaatkan bambu sebagai bahan utama karya-karya propertinya.
Di Bali, bambu tumbuh banyak sekali, mulai dari dataran rendah sampai pegunungan. Berdasarkan data LIPI dan penelitian di KSK, Bali punya jenis bambu paling banyak se-Sunda Kecil: 37 jenis dari sembilan marga.
1.Bambu yang paling sering dipakai perajin dan industri.
Ini 18 jenis yang jadi andalan industri kerajinan rumah tangga di Bali:
* Bambu duri – bambusa blumeana → tiing ori, gesing
* Bambu tali/apus – gigantochloa apus → banyak dan merata tumbuh di seluruh Bali
* Bambu betung – dendrocalamus asper → termasuk betung hitam dan hijau
* Bambu tutul – bambusa maculata → tiing tutul, tiing loreng
* Bambu ampel/ampel gading – bambusa vulgaris & var. striata
* Bambu hitam/wulung – gigantochloa atroviolacea
*Bambu pingit – gigantochloa hasskarliana
*Bambu tamblang gading – schizostachyum brachycladum
*Bambu buluh lengis – schizostachyum.
2.Bambu Endemik Bali (artinya cuma ada di Bali dan sekitarnya):
– Tiing ooh – bambusa ooh → daerah Pempatan, Karangasem
– Tiing jajang taluh – gigantochloa taluh → Penglipuran, Bangli
– Tiing jajang aya – gigantochloa aya → Penglipuran, Bangli
– Tiing bali – gigantochloa baliana → dataran tinggi Buleleng: Sidatapa, Pedawa, Tigawasa
– Tiing alas – dinochloa sepang → bambu merambat liar di hutan lindung Sepang, Buleleng.
3. Jenis lain yang juga ada di Bali:
– Bambu cina – mambusa multiplex
– Bambu bali – bambusa heterostachya disebut juga sacred bali bamboo”
– Bambu gembong/buddha belly – bambusa vulgaris
– Bambu talang – schizostachyum sp, tumbuh liar di tepi jalan
– Bambu tuldoides – bambusa tuldoides
– Bambu glaucophylla
Catatan menarik:
- Total ada 42 jenis bambu dari 12 marga di Pulau Bali. Sebanyak 18 di antaranya didatangkan dari luar Bali karena kebutuhan kerajinan
- Habitat: mulai dari kebun, pinggir jalan, bantaran sungai, hutan, sampai pegunungan 5–1700 m dpl.
- Pemanfaatan: 81% jenis bambu di KSK sudah dibudidayakan. Di Tigawasa, Buleleng, saja ada empat marga yang terdiri atas 19 spesies yang dipakai bikin 54+ jenis kerajinan
- Obat: di Karangasem ada enam jenis yang berpotensi sebagai obat: bambu tali, ampel gading, pingit, tamblang gading, buluh lengis, dan petung
Kalau di Bali dan mau lihat langsung pusat kerajinan bambu paling terkenal, ada di Tigawasa, Buleleng, dan Kayu Bihi, Bangli. (*)

