Singasana Bakal Menjelma Jadi Kota ‘’Heritage’’, Beda daripada Kota Lain

Tabanan, BIG.com

Gebrakan yang dilakukan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya untuk mempermaks wajah jantung Kota Singasana tak henti-hentinya. Setelah menata sedereten toko di Jalan Gajah Mada yang diisi panel kayu, dia punya ide agar nama-nama toko memakai huruf Bali semua, sehingga benar-benar mencerminkan seni-budaya Bali.

‘’Sebagai kota heritage (warisan pusaka), semua nama toko di kota memakai huruf Bali sebagai edukasi, sekaligus sebagai kota yang beda daripada kota yang lain,’’ ujar Sanjaya ditemani Sekda Tabanan I Gede Susila dan jajaran saat meninjau penataan toko-toko di Jalan Gajah Mada, Singasana.

TINJAU PENATAAN KOTA – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya ditemani Sekda Tabanan I Gede Susila dan jajaran saat meninjau penataan toko-toko di Jalan Gajah Mada, Singasana, Tabanan.

Bupati Sanjaya mengungkapkan bahwa dia terinspirasi saat berkunjung ke kota-kota di Jepang dan China yang kukuh menerapkan huruf tradisional mereka. Di kedua negara tersebut sangat jarang dijumpai huruf latin sehingga benar-benar mencerminkan karakter dan budaya masing-masing. ‘’Tulis tebal-tebal huruf Balinya sehingga mudah dibaca,’’ ungkap Sanjaya kepada stafnya.

Untuk diketahui Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya tengah menata besar-besaran pusat Kota Singasana (Ibukota Kabupaten Tabanan). Penataan dilakukan  sejak pertengahan tahun 2026 dan ditarget rampung akhir Desember 2026. Proyek prestisius senilai Rp60 miliar ini bertujuan mempercantik estetika kota, mengurai kemacetan, serta memadukan nilai sejarah dengan modernisasi. Penataan wajah baru Kota Singasana menyangkut pembangunan ikon dan landmark: Taman Tugu Singasana yang akan menjadi monumen ikonik setinggi 31 meter dengan konsep tiga tingkatan. Tugu ini dilengkapi relief di Taman Perjuangan Singasana yang mengisahkan sejarah perjuangan rakyat Bali melawan Belanda dari pesisir hingga Margarana. Patung Catur Muka di Jalan Gajah Mada dibongkar dan diganti dengan patung baru yang lebih megah setinggi 9 meter. Desainnya tetap memegang pakem Dewa Brahma sebagai simbol perwujudan Catur Gophala (pemegang kekuasaan pemerintahan).

Pavingisasi Jalan Gajah Mada yani aspal di pusat kota diganti dengan material paving khusus. Langkah ini sebagai upaya menimbulkan kesan klasik, rapi, serta mempertegas nuansa zona bersejarah. Relokasi kabel internet semrawut yakni kabel-kabel utilitas udara di sepanjang Jalan Gajah Mada hingga kawasan Taman Bung Karno ditertibkan melalui skema pemetaan jalur bawah tanah (rerouting) sehingga wajah kota tidak terkesan semrawut.

TATA KOTA – Pekerja menggarap proyek penataan toko-toko di Jalan Gajah Mada, Singasana, Tabanan.

(BIG.com/doflank)

Penyegaran kawasan pertokoan tua di jantung kota yang dibangun era 1970-an dipercantik agar lebih selaras dan tertata sebagai kota heritage. Revitalisasi ruang publik dan fasilitas warga seperti Lapangan Alit Saputra dan Taman Bunda PAUD yang dirombak untuk dioptimalkan sebagai ruang ramah anak dan rekreasi keluarga. Juga ada penataan UMKM dan Pasar Senggol sehingga tertata dan ramah terhadap ekonomi kreatif. Lapak pedagang kaki lima dan Pasar Senggol tidak digusur, melainkan ditata sehingga punya nilai tambah estetika dan kenyamanan bagi pengunjung. (01)

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru