Gianyar, BIG.com
Diduga tak kuat menahan sakit yang tak kunjung sembuh, seorang wanita berinisial M (48), warga Tegallalang, Gianyar, mengkahiri hidup di kebun milik warga pada Minggu (14/9/2026). Kasus itu lalu dilaporkan ke aparat Bhabinkantibmas dan Babhinsa Desa setempat.
Mendapat informasi tersebut, Babinsa Desa Taro Koramil 1616-06/Tegallalang Kopda I Gede Berana Yasa bersama Bhabinkamtibmas Desa Taro Bripka I Made Wartu segera ke lokasi kejadian melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Kasi Humas Polres Gianyar Ipda I Gusti Ngurah Suardita, Senin (14/9/2026), mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi di lapangan, korban diduga mengakhiri hidupnya lantaran berkaitan dengan persoalan kesehatan yang dialami korban serta kondisi keluarga yang menjadi beban pikiran.

DIBAWA KE RS – Jenazah M saat dibawa ke RS pasca-ditemukan di kebun warga di Tegallalang, Gianyar, Minggu (14/9/2026).
(BIG.com/ist)
Sebelumnya, M diketahui menderita penyakit limfedema filariasis atau kaki gajah yang tidak kunjung sembuh. Selain itu, M juga diduga memikirkan kondisi anaknya yang mengalami gangguan kesehatan dan berulang kali menjalani pengobatan. Kondisi kesehatan itu ditambah persoalan ekonomi keluarganya diduga yang memengaruhi kondisi psikologis M.
Kronologis kejadiannya pada Minggu sekitar pukul 06.00, suami almarhumah berinisial R menuju kebun miliknya untuk memberi makan ayam peliharaan. Setibanya di sana, dia tidak menemukan tangga aluminium yang biasanya berada di sekitar gubuk. R kemudian mencari tangga tersebut di sekitar kebun. Setelah menemukan tangga yang bersandar di pohon durian, dia melihat ke arah atas pohon dan istrinya di sana. R lalu berupaya memberikan pertolongan dan meminta bantuan warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Bersama warga, korban kemudian dibawa ke RSUD Payangan guna mendapat pemeriksaan medis. Sekitar pukul 07.10, korban tiba di RSUD Payangan. Setelah dilakukan pemeriksaan, tim medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah korban selanjutnya dititip di RSUD Payangan sebelum dipulangkan ke rumah duka untuk menjalani prosesi pemakaman. Selanjutnya jenazah korban dimakamkan pada Minggu sore di pemakaman umum di Tegallalang, Gianyar. (02)

