Denpasar, BIG.com
Pemprov Bali menerima berbagai masukan strategis dari World Bank (Bank Dunia) mengenai pembangunan dan keberlanjutan Bali di masa depan. Masukan tersebut disampaikan World Bank Country Director untuk Indonesia Carolyn Turk dalam pertemuan dengan Gubernur Bali Wayan Koster pada Jumat (22/5) di Jaya Sabha, Denpasar.
Dalam pertemuan itu, Carolyn mengungkapkan bahwa ada lima kesenjangan utama yang perlu segera mendapat perhatian serius Gubernur Bali. Permasalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar serta kualitas hidup masyarakat Bali.
Lima isu utama yang menjadi perhatian World Bank yakni pengelolaan dan daur ulang air bekas pakai, penanggulangan sampah, mobilitas transportasi, penyediaan air bersih, serta ketersediaan sumber daya listrik di sejumlah wilayah di Pulau Dewata.

PERTEMUAN – World Bank Country Director untuk Indonesia Carolyn Turk saat mengadakan pertemuan dengan Gubernur Bali Wayan Koster pada Jumat (22/5) di Jaya Sabha, Denpasar.
(BIG.com/ist)
Carolyn menilai bila persoalan tersebut tidak ditangani dengan baik mulai dari sekarang, maka Bali berpotensi menghadapi berbagai persoalan serius pada masa mendatang. “Kami tidak hanya melihat kondisi Bali saat ini, tetapi juga periode-periode mendatang. Bali masih menjadi primadona dunia. Tantangannya agar Bali tetap menjadi daerah unggulan hingga tahun-tahun ke depan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut atas data yang dimiliki oleh World Bank tersebut, pihaknya meminta ke Gubernur Bali supaya menunjuk tim teknis agar bisa berkolaborasi bersama tim World Bank menggelar diskusi lanjutan untuk membahas berbagai solusi strategis dan langkah penanganan yang dapat diterapkan. “Hasil pembahasan bersama tim teknis nanti kembali disampaikan ke Gubernur Bali dalam agenda pertemuan berikutnya,” jelas Carolyn.
Dia berharap agar Pemprov Bali memperkuat langkah pembangunan berkelanjutan sehingga pertumbuhan sektor pariwisata tetap berjalan seimbang dengan kebutuhan masyarakat Bali. “Tim analis kami tidak hanya berfokus pada kondisi saat ini, tetapi juga melihat periode-periode mendatang,’’ ungkap Carolyn.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas berbagai masukan yang diberikan Bank Dunia ke Pemprov Bali mengenai pembangunan dan keberlanjutan Pulau Dewata di masa depan.
Menurut Koster, berbagai masukan tersebut sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang yang dirancang Pemprov Bali melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.
“Infrastruktur memang menjadi salah satu perhatian utama kami di Bali karena membutuhkan pendanaan yang sangat besar,” tegas Koster.
Gubernur menambahkan infrastruktur menjadi sektor penting yang akan sangat mempengaruhi keberlanjutan pariwisata Bali sehingga harus ditangani secara serius dan terencana. Koster menjelaskan sejumlah isu terkait masa depan Bali sebenarnya telah masuk dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang dirancang untuk periode 2025 hingga 2125. Haluan tersebut mencakup pembangunan dari berbagai aspek, mulai dari alam, manusia, hingga kebudayaan. “Haluan ini tidak hanya berbicara tentang manusia, tetapi juga seluruh unsur kehidupan yang diciptakan Tuhan di bumi,” ungkapnya.
Dalam aspek lingkungan, Pemprov Bali terus mendorong terwujudnya alam yang bersih dan sehat melalui berbagai kebijakan, di antaranya pembatasan penggunaan plastik sekali pakai serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi alam Bali tetap terjaga untuk menopang kehidupan generasi mendatang.
Sedangkan dalam aspek manusia, Koster menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah. Menurutnya, masyarakat membutuhkan udara yang bersih, air yang sehat, pangan, sandang, serta papan yang memadai.
“Udara Bali harus bagus. Air bersih dan sehat harus disiapkan. Bali juga harus berdaulat pangan,” tegasnya.
Di sektor energi, Pemprov Bali juga mendorong kemandirian energi bersih demi menjamin ketersediaan energi berkelanjutan di masa depan. Koster menegaskan Bali tidak mengizinkan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan lebih mengutamakan energi bersih. Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Pemprov Bali juga terus mendorong penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai. Selain itu, Pemprov Bali menyiapkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik bekerja sama dengan Danantara.
Koster menambahkan pemerintah juga terus melakukan penanaman pohon, mangrove (bakau), serta tanaman endemik Bali guna memperluas tutupan hutan dan menjaga keseimbangan lingkungan. Seluruh kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan Bali, termasuk melestarikan budaya Bali, serta menyiapkan ekosistem penunjang kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.
Gubernur Koster lalu menyerahkan sovenir berupa kain endek bali, arak bali, serta buku ‘’Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125’’ kepada Carolyn.
Hadir pula pada pertemuan ini di antaranya Jessica Ludwig, Sr. Development Specialist World Bank Group, Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Bappenas Wahyu Wijayanto, Kepala Bappeda Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Ida Bagus Surja Manuaba. (01)



