Denpasar, BIG.com
Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Provinsi Bali terus–menerus melakukan inspeksi mendadak (sidak), dan memonitor harga pangan di sejumlah titik distribusi dan pasar modern di Denpasar pada Selasa (7/4/2026). Tujuannya, memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar.
Dari hasil pemantauan satgas di lapangan, harga bahan pangan di wilayah Bali, khususnya Denpasar, relatif stabil. Selain itu, pasokan berbagai komoditas utama mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Polda Bali melalui Satgas Saber Pangan bersinergi dengan dinas terkait mengecek harga dan stok komoditas strategis seperti beras, daging sapi, daging ayam, minyak goreng, dan gula pasir.
Petugas mengecek harga jual, kesesuaian dengan harga eceran tertinggi (HET), serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok di lapangan. Selain itu, dilakukan dialog dengan pedagang dan pengelola untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun kenaikan harga yang tidak wajar.

SIDAK PEDAGANG – Satgas Saber Pangan Provinsi Bali saat sidak pedagang di Kota Denpasar pada Selasa (7/4/2026).
(BIG.com/ist)
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Satgas Pangan Polda Bali dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, sekaligus memberi rasa aman dan kepastian ke masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari
Bila ditemukan pelanggaran, maka sanksi dijatuhkan secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha. Satgas Pangan Polda Bali tetap mengingatkan para pengusaha agar jangan menjual komoditas pangan di atas ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Satgas Saber Pangan yang terlibat dalam kegiatan ini yakni itreskrimsus Polda Bali, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), serta Perum Bulog. Pengawasan terus dilakukan bersama instansi terkait. Satgas Saber Pangan Polda Bali juga mendorong distribusi yang lebih efisien agar pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi lonjakan harga. (02)


