Rangkul Generasi Muda, Polri Gelar ‘’E-Sport Kapolri Cup 2026’’

Denpasar, BIG.com

Polri hadir untuk membangun karakter positif generasi milenial dan gen z di era digital melalui wadah kompetisi resmi yaitu turnamen ‘’E-Sport Kapolri Cup 2026’’ yang digelar pada Jumat (5/6/2026).

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy mengungkapkan langkah strategis ini diambil sebagai respons nyata Polri terhadap fenomena tingginya minat pemuda Indonesia terhadap dunia digital, khususnya game online.

Merespons tingginya minat tentang game online dan minimnya pembinaan, sesuai data dan kajian sosial, saat ini diperkirakan hampir 85% anak muda di Indonesia aktif bermain game online dalam kehidupan sehari-hari mereka. Namun tingginya angka tersebut belum diimbangi dengan wadah pembinaan yang maksimal, positif, dan terarah. Belum lagi minimnya turnamen e-sport resmi yang dapat menyalurkan bakat mereka secara sehat sering kali membuat potensi besar ini tidak tergali dengan baik.

 

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy.

(BIG.com/ist)

Menurut Ariasandy, turnamen e-sport ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah-tengah ekosistem digital anak muda. “Polri hadir bukan hanya ahli sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pembina potensi generasi bangsa. Hampir 85% anak muda kita gemar bermain game online, namun minim pembinaan yang terarah,’’ tegasnya.

Melalui “Kapolri Cup E-Sport 2026”, Polri ingin mengubah stigma negatif game online menjadi prestasi yang membanggakan.

Turnamen ‘’E-Sport Kapolri Cup 2026’’ ini dirancang bukan sekadar ajang adu ketangkasan bermain game, melainkan sebagai instrumen pembentukan karakter. Melalui kompetisi ini, generasi muda diajarkan nilai-nilai penting seperti: disiplin dan kerjasama tim: menanamkan jiwa korsa dan kolaborasi dalam mencapai tujuan. Sportivitas: mengajarkan cara menerima kemenangan dengan rendah hati dan kekalahan dengan kepala tegak. Strategi dan kepemimpinan: melatih kemampuan mengambil keputusan cepat di bawah tekanan. Mental juara yang tangguh: membentuk generasi yang tidak mudah menyerah di era disrupsi digital.

‘’Kami berharap melalui wadah resmi ini, energi besar yang dimiliki oleh generasi muda dapat disalurkan ke arah yang positif, produktif, sekaligus membentengi mereka dari dampak negatif dunia siber seperti judi online, perundungan siber (cyberbullying), dan penyebaran hoaks,’’ ungkap Ariasandy. (02/r)

 

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru