Perangi Radikalisme, Polda Bali Gandeng Komunitas Bangun ‘’Benteng Digital’’

Denpasar, BIG.com

Ancaman radikalisme kini tidak lagi hadir secara langsung di tengah masyarakat, tetapi juga menyusup melalui layar gawai dan media sosial (medsos) yang digunakan setiap hari. Menyadari hal tersebut, Polda Bali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pertahanan bersama melalui sosialisasi bertema “Polri Bersama Komunitas, Tangkal Radikalisme dan Membangun Benteng Digital Demi Terwujudnya Harkamtibmas di Pulau Bali. Acara  digelar di Gedung Rupatama Polda Bali.

Siaran pers yang diterima BIG.com dari Polda Bali pada Sabtu (206/2026) menyebut kegiatan yang diprakarsai Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir.Binmas) Polda Bali Kombes Pol. Suwandi Prihantoro ini menghadirkan narasumber dari Densus 88 Anti-teror dan Direktorat Siber Polda Bali, serta diikuti berbagai komunitas dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Dewata.

Dalam kesempatan itu, Kombes Pol. Suwandi Prihantoro mengingatkan bahwa internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Namun di balik kemudahan akses informasi ini, terdapat ancaman serius berupa penyebaran paham radikal, ujaran kebencian, hingga berita bohong yang dapat memecah persatuan bangsa. “Saat ini internet menjadi kebutuhan sehari-hari. Teknologi memberi banyak manfaat, tetapi juga menyimpan ancaman nyata. Salah satu yang harus kita waspadai bersama adalah penyebaran paham radikal melalui dunia maya,” tegasnya.

SOSIALISASI – Sosialisasi bertema “Polri Bersama Komunitas, Tangkal Radikalisme dan Membangun Benteng Digital Demi Terwujudnya Harkamtibmas di Pulau Bali,’ yang diprakarsai Dir.Binmas Polda Bali Kombes Pol. Suwandi Prihantoro di Gedung Rupatama Polda Bali, Denpasar, pada Sabtu (206/2026).

(BIG.com/ist)

Menurut Suwandi, kelompok penyebar paham radikal kini memanfaatkan medsos sebagai sarana utama untuk mempengaruhi masyarakat. Anak-anak, remaja, dan pengguna internet, yang kurang kritis menjadi sasaran empuk karena mudah terpapar informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Karena itu, Polda Bali menilai keterlibatan komunitas memiliki peran yang sangat strategis. Komunitas dinilai sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan nilai-nilai positif dan memperkuat ketahanan sosial di lingkungan masing-masing. “Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Komunitas yang hadir hari ini adalah mitra strategis dan ujung tombak dalam menjaga Bali tetap aman, damai, dan harmonis,” tambah Suwandi.

Dia mengajak seluruh peserta untuk membangun “Benteng Digital” yaitu kesadaran kolektif dalam menggunakan internet secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Ada tiga langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membangun benteng digital tersebu yakni saring sebelum sharing: pastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya agar tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks maupun provokasi.

Dir.Binmas Polda Bali Kombes Pol. Suwandi Prihantoro.

Lawan hoaks dengan konten positif: gunakan medsos untuk menyebarkan pesan perdamaian, toleransi, persatuan, serta mempromosikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Bali. Segera melapor: bila menemukan akun atau grup medsos yang menyebarkan paham radikal maupun konten yang mengganggu keamanan masyarakat, segera laporkan ke pihak berwenang.

Tidak hanya mendengar materi dari para narasumber, para peserta juga terlibat aktif dalam sesi dialog interaktif dan tanya jawab. Berbagai persoalan terkait keamanan digital, penyebaran informasi menyesatkan, hingga upaya pencegahan radikalisme di lingkungan masyarakat menjadi topik yang dibahas secara terbuka.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Bali dalam memperkuat kolaborasi dengan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan daerah. Mengingat Bali merupakan destinasi wisata dunia, maka situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

“Bali dikenal dunia karena keindahan alam dan masyarakatnya yang menjunjung tinggi toleransi serta kerukunan. Keamanan adalah modal utama kita. Jika Bali aman, maka pariwisata tumbuh, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara Polri, komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat, diharap upaya menangkal radikalisme dan memperkuat literasi digital dapat semakin efektif sehingga Bali tetap menjadi pulau yang aman, damai, serta menjadi contoh harmoni bagi Indonesia dan dunia. (02/r)

 

 

 

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru