Gianyar, BIG.com
Kendati pemasangan CCTV hampir merata di setiap sudut lokasi, ternyata aksi pencurian di Desa Peliatan,Ubud, Gianyar, tetap saja marak. Hal itu tentu saja meresahkan warga setempat. Dalam sepekan ini, aksi pencurian pada siang bolong terekam CCTV, namun hingga kini para pencuri belum tertangkap. Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di objek wisata Ubud ini sempat viral di medsos.
Informasi yang dihimpun pada Rabu (1/7/2026), curanmor pada siang hari terjadi di Jalan Gunung Sari, Banjar Ambengan, Peliatan, pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 14.45. Saat itu kunci motor masih nyantol sehingga si pencuri dengan mudah dan cepat membawa kabur motor tersebut. Pada hari yang sama juga terjadi kasus pencurian dua tabung LPG (gas melon) di Banjar Teges, Desa Peliatan. Kejadiannya sudah dilaporkan ke Polsek Ubud dan kini dilakukan penelusuran.

TEREKAM CCTV – Aksi pencuri sepeda motor pada siang bolong di Ubud, Gianyar, yang terekam CCTV.
(BIG.com/ist)
Warga Peliatan, I Nyoman Parsa (49), mengungkapkan maraknya aksi pencurian cenderung memanfaatkan kelalaian korban. Sejumlah kasus pencurian motor sangat cepat, karena pencuri membidik motor yang kuncinya masih nyantol.
Pun kasus pencurian benda lainnya seperti tabung LPG, karena posisinya di pinggir jalan dan jauh dari pengawasan pemiliknya. Pencurian ternak pun marak. ‘’Bapak saya dua hari lalu baru menyadari kalau 16 ekor bebeknya hilang. Padahal di sawah kami situasinya sangat ramai dan sudah ada banyak vila di Jalan Gunung Sari, Peliatan,” ungkap Parsa.
Disebutkan pula bahwa di areal sawahnya banyak ada CCTV. Namun Parsa enggan melaporkan kejadian tersebut ke polisi, karena orang tuanya tidak mengizinkannya. “Mungkin bapak saya tak mau sebagai saksi. Beberapa tahun sebelumnya, bapak kecurian dan setelah pencuri tertangkap malah harus menghadap ke kantor polisi untuk memberi keterangan lagi dan bebeknya tidak kembali karena sudah dijual oleh pencuri,” tambahnya.
Warga lainnya, I Nyoman Astana, dari Banjar Tebesaya, menambahkan bahwa kasus pencurian di wilayahnya memang kerap terjadi dan kini semakin meresahkan warga. Di Banjar Tebesaya, lanjut Astana, sempat terjadi kasus pencurian motor, helm hingga pembobolan rumah. ” Dari hasil rekaman CCTV, pencuri awalnya keliling dengan memanfaatkan kemacetan. Dia berjalan pelan sambil memantau motor atau benda lain yang mudah disasar,” terangnya.
Bagi Astana, pencuri kini memahami situasi di wilayah setempat walau banyak terpasang CCTV. Jika kamera pengintai dipasang terlalu tinggi, pencuri kerap memakai topi saat beraksi. Sebaliknya jika CCTV terlalu rendah, pencuri dengan mudah merusak atau mematikan melalui MCB kilometeran yang berlokasi di pinggir toko. Selain itu, pencuri memanfaatkan sudut ruangan yang tidak terjangkau lensa kamera. “Pencuri sengaja memakai penutup wajah, helm, atau jaket, untuk menyembunyikan identitasnya,” tandas Astana. (116)


