Denpasar, BIG.com
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membuka kesempatan seluas-luasnya dan mengundang para investor untuk berkolaborasi serta berinvestasi dalam pengembangan energi terbarukan, transportasi rendah emisi, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, perdagangan karbon, serta pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Indonesia Climate Leadership Luncheon pada 25 Juni 2026 di London, Inggris.
Siaran pers yang diperoleh wartawan di Denpasar, Rabu (2/7/2026) menyebut bahwa acara tersebut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Ketua OJK RI Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono, Duta Besar RI untuk Inggris, Anggota Parlemen (House of Commons) Graham Stuart MP, anggota Parlemen (House of Lords) Lord Ed Udny-Lister, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, dan berbagai mitra dari sektor bisnis dan keuangan di antaranya: Kadin Indonesia, Equatorise, Gold Standard, Tellus Conservation, Rubicon Carbon, GFANZ.

KESEMPATAN BICARA – Gubernur Bali Wayan Koster saat diberi kesempatan berbicara dalam Indonesia Climate Leadership Luncheon pada 25 Juni 2026 di London, Inggris.
(BIG.com/ist)
Pada acara tersebut Gubernur Koster diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai kebijakan strategis yang telah dijalankan Pemprov Bali untuk mencapai Bali Net Zero Emission tahun 2045. Hal itu lebih cepat 15 tahun daripada target nasional tahun 2060.
Gubernur Koster menegaskan komitmen Pemprov Bali dalam menerapkan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan guna menekan emisi karbon secara signifikan. Langkah strategis yang telah diambil oleh Pemprov Bali antara lain transisi energi berbahan bakar fosil ke energi baru terbarukan; percepatan penerapan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang difokuskan pada sektor perkantoran (pemerintah maupun swasta), hotel, restoran, mall, serta fasilitas umum di seluruh area publik; percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai; pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai; serta penerapan sistem pertanian organik. (01)



