Karangasem, BIG.com
Gubernur Bali Wayan Koster meninjau progres pembangunan sekaligus Penerimaan Siswa Baru Tahun Ajaran 2026-2027 untuk siswa SD, SMP, dan SMA, di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, pada Senin (13/7/2026).
Sekolah Rakyat di Karangasem ini merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto yang berdiri di lahan Pemprov Bali seluas 5,6 hektare. Sekolah ini bertujuan memutus rantai kemiskinan ekstrem dengan memperluas akses pendidikan yang merata. Program sosial pendidikan ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapat pendidikan dan fasilitas asrama yang layak.
Dalam kunjungannya, Gubernur Koster menyempatkan waktu menyapa siswa–siswi SD, SMP, dan SMA, yang melakukan proses pendaftaran hingga meninjau ruang kelas belajar siswa SD yang dilengkapi dengan meja/kursi untuk siswa dan guru, almari, media pembelajaran papan tulis, dan infrastruktur pendukung berupa pencahayaan lengkap dengan kipas angin dan ventilasi.
Fasilitas ibadah seperti pura, kantin, toilet, asrama siswa, fasilitas air bersih, tempat nyuci baju, hingga listrik, juga menjadi perhatian Gubernur dalam kunjungan tersebut. Gubernur juga menanyakan beberapa infrastruktur strategis seperti kesiapan air, listrik, makanan, progres pembangunan, prasarana pendidikan, dan guru Sekolah Rakyat di Karangasem dihadapan Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Nengah Satriyani, mengenai sekolah rakyat, Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kemensos Ketut Supena, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali dan Kepala Sekolah Rakyat Putu Jaya Negara.

TINJAU SEKOLAH RAKYAT – Gubernur Bali Wayan Koster meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, pada Senin (13/7/2026).
(BIG.com/ist)
Menjawab pertanyaan Gubernur Bali, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Nengah Satriyani, melaporkan bahwa pengerjaan Sekolah Rakyat mencapai 95 persen dan target selesai pada 30 Juli 2026. Pada 31 Juli 2026, sebanyak 74 siswa belajar secara permanen di Sekolah Rakyat. “Kami mohon waktu perbaikan dan pembersihan di lapangan. Kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini lengkap dengan fasilitas lain,” tegasnya.
Dijelaskan pula mengenai bangunan Sekolah Rakyat di Karangasem yang menerapkan bangunan hijau, dimana semua ruangan kelas dan sebagainya tidak terdapat AC, namun memiliki sirkulasi udara yang mumpuni.
Mengenai kebutuhan air di Sekolah Rakyat, Ni Nengah Satriyani menyebut sumbernya berasal dari dua titik sumur bor yang izinnya sudah terbit dengan kedalaman mencapai 60 meter dan memiliki volume 1,8 liter per detik. “Selain itu kami memanfaatkan saluran air bersih dari PDAM. Untuk jangka panjang, sumber air Sekolah Rakyat secara permanen dibangun tahun 2027 oleh Dirjen Cipta Karya, Kementrian PU dengan memanfaatkan sumber air di Sungai Telaga Waja, ” jelasnya.
Sedangkan sumber daya listrik di Sekolah Rakyat sudah cukup aman, karena daya listriknya diambil langsung dari gardu PLN berkekuatan 345.000 VA (setara 345 kVA). Sebagai pendukung, pihaknya menyiapkan mesin genzet untuk cadangan sumber daya listrik. Secara umum, bangunan Sekolah Rakyat yang sudah dikerjakan meliputi gedung SD sebanyak 18 kelas dengan kapasitas mencapai 540 siswa; gedung SMP dan gedung SMA masing–masing memiliki jumlah sembilan kelas dengan kapasitas mencapai 270 siswa; asrama SD memiliki empat bangunan dengan delapan kamar untuk kapasitas 136 siswa; asrama SMP dan asrama SMA masing–masing memiliki dua bangunan dengan delapan kamar untuk kapasitas 136 siswa; rusun guru memiliki dua bangunan dengan 24 ruang untuk kapasitas 52 guru, dan gedung serbaguna berkapasitas 750 siswa. Selain itu terdapat lapangan sepakbola, lapangan basket, dan tempat ibadah.

Mengenai kesiapan prasarana pendidikan dan makanan anak – anak siswa di Sekolah Rakyat, Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kemensos Ketut Supena melaporkan bahwa para siswa akan mendapat prasarana pendidikan secara gratis yang meliputi pakaian sekolah, buku, laptop, hingga makanan bergizi selama tiga kali dalam sehari. Sesuai agenda sebelum belajar, siswa di Sekolah Rakyat juga akan mendapat cek kesehatan gratis, tes kebugaran, tes DNA untuk mengetahui potensi dan kekurangan masing–masing siswa, sekaligus mendeteksi bakat minat yang dimiliki, sehingga kekurangan yang dimiliki bisa diminimalisir.
Untuk jumlah siswa yang terdaftar di Sekolah Rakyat dan kesiapan tenaga pendidik (guru), Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali, Kepala Disdikpora Provinsi Bali, dan Kepala Sekolah Rakyat, Putu Jaya Negara, melaporkan jumlah siswa yang mendaftar untuk SD baru 19 siswa, SMP dan SMA masing – masing 90 siswa. Kondisi guru, untuk sementara ini, guru SD melibatkan non-ASN yang sudah memiliki kompetensi dan bekerja selama tiga bulan; guru SMP saat ini jumlahnya 11 orang yang didatangkan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem, dan guru SMA masih berstatus guru tamu yang berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Sebagai jangka panjang, kebutuhan guru di Sekolah Rakyat sedang direkrut oleh pemerintah pusat.
Mendengar hal tersebut, Gubernur Koster meminta Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Ni Nengah Satriyani supaya mempersiapkan dengan baik finishing pekerjaan asrama, dapur, kamar mandi, ruang kelas belajar dan akhir Juli 2026 selesai. “Jadi titiang (saya) terus pantau perkembangan pembangunan gedung Sekolah Rakyat ini, berkoordinasi dengan PUPR dan Cipta Karya. Titiang ingin mendapat laporan detail dan hasil kunjungan ini akan saya koordinasikan ke bapak menteri sosial supaya program strategis Bapak Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai harapan niat baik Bapak Presiden,” jelas Koster.
Mengingat target penerimaan siswa baru mulai berproses pada Juni dan Juli 2026, Gubernur Koster mengingatkan begitu proses pembelajaran dimulai, maka perlu dipersiapkan semuanya agar berjalan dengan baik dan lancar. Pemprov akan kembali meninjau Sekolah Rakyat pada 31 Juli – 1 Agustus 2026. (02)


