Film ‘’Roots’’ Karya Michael Schindhem  Untuk Masa Depan Bali Diputar di Australia

Denpasar, BIG.com

Pemutaran film “Roots” karya Michael Schinhem kembali hadir di Perth, Australia. Film ini beberapa waktu lalu diputar di beberapa tempat di Bali dan mendapat apresiasi yang sangat bagus dari berbagai kalangan.

‘’Roots’’ sebagai film dokumenter fiksi berisi mengenai kisah yang belum terungkap secara sinematik tentang Bali, kebangkitannya menjadi eldorado pariwisata global, dan upaya gigih masyarakatnya untuk melestarikan identitas budaya mereka di tengah gempuran globalisasi. Film yang berkisah tentang rentang waktu 100 tahun yang lalu, dimana pelukis Walter Spies setelah mengunjungi Bali untuk pertama kalinya, menjadi pembuka melihat realita perubahan Bali setelah itu.

Dalam film ini arwah Walter Spies kembali bangkit ke Pulau Bali. Kemudian menghubungkan Spies yang pada kenyataannya membawa pariwisata dan modernitas ke Bali, menjadi pertanyaan penting mengenai perubahan Bali dari berbagai peristiwa.

Michael Schindhelm dengan pendekatan yang sangat dalam, memotret kembali realita yang terjadi tersebut. Melibatkan lebih dari 100 pendukung dari seniman multi-genre, film ini benar-benar mampu mengangkat realita yang ingin ditunjukkan pada publik secara luas.

Ketika film yang pembuatannya didukung penuh oleh KBH.G Basel ini diputar di Perth, Australia, tentu bukanlah kebetulan. Yudha Bantono sebagai project director ketika proyek pameran ‘’Roots’’ diselenggarakan di Arma Museum, Ubud, tahun 2025, sekarang diberi kepercayaan kembali untuk memutar Film ‘’Roots’’ ini di berbagai tempat, terus berupaya memutar kembali di berbagai tempat, termasuk berhasil menjembatani untuk diputar di pusat kota Australia Barat.

Mengawali proyek pemutaran film ‘’Roots’’ tahun 2026 di Perth, menurut Yudha akan diselenggarakan di Underscore Gallery pada 10 April 2026.

SAAT PAMERAN – Yudha Bantono (kanan) sebagai project director saat pameran ‘’Roots’’ diselenggarakan di Arma Museum, Ubud, Bali, tahun 2025. Dia kini diberi kepercayaan kembali untuk memutar Film ‘’Roots’’ di Underscore Gallery & Studio Perth, Australia.

(BIG.com/ist)

Yudha turut-serta untuk membuka pemutaran film ‘’Roots’’ dan sekaligus mengikuti serangkaian program termasuk art talk, dan dialog seni yang kemungkinan akan membuka kerjasama antara seniman Perth dengan Bali di masa mendatang.

Pria yang sering menjalankan kerjasama seni secara internasional ini menambahkan bahwa film ‘’Roots’’ karya Michael Schindhelm ini bukan hanya suatu kritik bagi Bali dan perkembangannya, namun juga melihat masa depan Bali untuk berpikir yang terbaik. Ini sangat penting disebarkan secara luas, termasuk Perth yang merupakan salah satu kota di Australia yang boleh dikatakan merupakan tetangga dekat Indonesia.  “Dengan saling silang berdialog secara seni dan budaya, proyek pemutaran film Roots diharap memberikan cakrawala pandang untuk memahami kondisi Bali dan perkembangannya saat ini”, tambah Yudha.

Samuael Beilby dari Underscore Gallery and Studio Perth, Australia, menyambut positif tentang proyek seni pemuturan film ‘’Roots’’. Menurutnya, pemutaran film karya Michael Schindhelm ini dipastikan memperkaya pandangan dalam memahami Bali, khususnya melalui muatan seni yang dihadirkan oleh Walter Spies menuju era global saat ini.

“Sebagai kelanjutan pemutaran film dokumenter fiksi Roots karya Michael Schindhelm rencananya tahun 2026 secara bergantian terus ditayangkan di berbagai lokasi di luar Bali seperti di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Magelang, Surabaya dan Mataram, Lombok. Film ini juga masih menjadi agenda tetap untuk diputar di beberapa tempat dan even di Bali lagi”, tandas Yudha. (01/r)

 

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru