Surabaya, BIG.com
Lulusan doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jatim, mengusulkan suatu kerangka kerja untuk mendukung evaluasi, pengembangan, dan pengendalian risiko dalam proses bisnis. Usulan ini tertuang dalam disertasi Dr.Ir. Muhamad Sayuti, S.T., M.T., untuk meraih gelar doktor pada program studi S3 Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) ITS, Senin (27/4/2026).
Pria asal Indramayu, Jabar, ini mengungkapkan bahwa penelitian yang dilakukannya dilatarbelakangi lemahnya koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Tak hanya itu, reformasi birokrasi berbasis proses bisnis yang belum optimal dan terintegrasi dengan manajemen risiko di pemerintah daerah (pemda) menjadi masalah utama penelitian ini. “Evaluasi proses bisnis cenderung bersifat normatif tanpa mengukur dampak implementasi secara empiris terhadap kinerja pemda,” tegasnya.

SAMPAIKAN DESERTASI – Dr.Ir. Muhamad Sayuti, S.T., M.T. menyampaikan desertasi untuk meraih gelar doktor pada program studi S3 Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) ITS, Senin (27/4/2026).
(BIG.com/ist)
Menurut doktor yang biasa disapa Sayuti ini, pengambilan sampel evaluasi implementasi proses bisnis dilakukan di 12 pemerintah provinsi dengan menggunakan metode analisis regresi logistik.
Sulawesi Tengah menjadi salah satu provinsi yang dijadikan objek pengendalian risiko implementasi proses bisnis. Menggunakan metode interpretative structural modeling (ISM), house of risk (HOR), dan analytic network process (ANP) untuk menentukan risk agent dominan, menetapkan struktur hubungan, dan mitigasi risiko. Hasil mitigasi risiko selanjutnya diintegrasikan menggunakan fishbone analysis sebagai dasar perancangan ulang proses bisnis penyusunan dokumen perencanaan daerah. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa implementasi proses bisnis berdampak positif terhadap kualitas pelayanan publik, akses layanan masyarakat, dan penurunan kemiskinan. “Dari 23 variabel yang diuji, sembilan variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja pemda,” terangnya.
Pria yang menggeluti riset proses bisnis sejak tahun 2018 tersebut menyatakan bahwa penelitian ini juga berkontribusi pada pengembangan model business process reengineering (BPR) berbasis risiko dan kinerja. Tujuannya mendukung terciptanya tata kelola pemda yang baik dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan. Implementasi BPR tersebut akan menghasilkan rancangan proses baru rencana pembangunan jangka menengah (RPJMD) yang lebih sederhana, efisien, dan akuntabel.
Bersama dosen Laboratorium Perancangan Sistem dan Manajemen Industri DTSI ITS Dr.Ir.Bambang Syairudin, M.T., IPU ASEAN Eng., sebagai promotor dan Direktur PT ITS Tekno Sains Dr.Ir. I Ketut Gunarta, M.T., sebagai co-promotor, pria kelahiran 19 Juli 1989 ini tak hanya menunjukkan kebermanfaatan inovasinya yang sistematis, namun juga capaian yang luar biasa selama masa studinya.
Selama itu Sayuti menerbitkan empat publikasi di seminar internasional dan satu jurnal dengan fokus topik proses bisnis. Salah satunya ada pada jurnal Cogent Social Sciences yang terindeks Scopus Q2. Dengan hasil penelitian yang dibawakannya, pemda dapat melakukan pengolahan atau pengendalian risiko, sehingga tingkat keberhasilan implementasi proses bisnis menjadi lebih tinggi. “Saya harap inovasi ini bisa dijadikan panduan bagi provinsi lain di luar Sulawesi Tengah,” tegas Sayuti, penuh harap.
Hal ini menjadi komitmen ITS untuk mendukung terwujudnya sustainable development goals (SDGs). Terlebih pada poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan poin ke-9 terkait industri, inovasi, dan infrastruktur. Selain itu pada poin ke-17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan. (wil)
