Dandim 1630/Mabar Jenguk Korban Dugaan Pemukulan Oleh Oknum TNI

Manggarai Barat, BIG.com

Komandan Kodim (Dandim) 1630/Manggarai Barat, NTT, Letkol Inf. Budiman Manurung menjenguk warga berinisial S asal Rangko, Kecamatan Boleng, yang diduga dipukul oleh oknum TNI di Rumah Sakit (RS) Siloam Labuan Bajo, Rabu (9/9/2026) pagi.

Kehadiran Letkol Budiman untuk melihat lansung korban yang saat ini dirawat di sana. “Saya datang sebagai orang tua sekaligus pimpinan wilayah untuk memastikan kondisi kesehatan korban,” ungkapya.

Letkol Budiman menambahkan bahwa dia datang ke RS bukan untuk membenarkan tindakan anak buahnya. Dia menegaskan bila benar terjadi pemukulan yang dilakukan oleh oknum TNI, maka tindakan tersebut merupakan suatu kesalahan. “Saya datang sebagai orang tua. Anak buah saya yang melakukan pemukulan, kami bertindak salah. Orang tua datang menjenguk dan melihat kondisi korban,” tegasnya.

JENGUK KORBAN – Dandim 1630/Manggarai Barat, NTT, Letkol Inf. Budiman Manurung saat menjenguk warga berinisial S asal Rangko, Kecamatan Boleng, yang diduga jadi korban pemukul oleh oknum TNI, di RS Siloam Labuan Bajo, Rabu (9/9/2026) pagi.

(BIG.com/ist)

Budiman juga menyayangkan insiden pemukulan tersebut dan mengajak semua pihak agar membuka diri, melakukan introspeksi, serta evaluasi terhadap persoalan yang terjadi. “Mari kita sama-sama membuka hati dan membuka diri untuk saling mengintrospeksi dan mengevaluasi diri serta mungkin saling memaafkan satu sama lain,” tambahnya.

Pada kesempatan itu juga Letkol Budiman memberi klarifikasi mengenai informasi yang beredar di media sosial (medsos) tentang adanya dugaan perintah dari atasan ke anggota TNI untuk melakukan pemukulan.

Budiman menegaskan bahwa informasi di medsos tersebut tidak benar. Sedangkan anggota TNI yang terlibat dalam insiden tersebut memang memperoleh izin dan surat perintah untuk melaksanakan cuti tahunan setelah menyelesaikan tugas di Papua. Namun surat tersebut bukan perintah untuk melakukan tindakan kekerasan.

“Saya luruskan bahwa yang bersangkutan datang ke Manggarai Barat karena sudah mendapat izin dan surat perintah dari pimpinan untuk melaksanakan cuti tahunan. Bukan mendapat perintah dari atasan untuk melakukan kegiatan yang tidak baik seperti pemukulan,” tegasnya.

Budiman menyebut bahwa anggota tersebut diketahui berdinas di Yonif 743/PSY dan baru kembali dari penugasan di Papua sebelum pulang ke kampung halamannya di Manggarai Barat, tepatnya di Rangko, Desa Tanjung Boleng.

Karena itu, Letkol Budiman kembali menegaskan bahwa tidak ada perintah dari pimpinan TNI untuk melakukan pemukulan terhadap korban. Menurut Budiman, TNI sejatinya hadir untuk masyarakat dan memiliki tugas menjaga keamanan serta stabilitas wilayah. “Kami TNI Angkatan Darat hadir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Tugas kami adalah menjaga stabilitas keamanan, keutuhan dan keharmonisan wilayah di Kabupaten Manggarai Barat,” pungkasnya dalam siaran pers yang diperoleh wartawan dari Kodam IX/Udayana. (02)

 

(BIG.com/ist)

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru