Denpasar, BIG.com
Polda Bali bersama Universitas Udayana (Unud) memperkuat komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui peresmian Pusat Studi Kepolisian. Kegiatan ini dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, dan pejabat utama Polda Bali serta Rektor Unud Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D.
Langkah strategis ini dirangkaikan dengan focus group discussion (FGD) yang melibatkan unsur akademisi, pejabat kepolisian, dan para ahli, guna merumuskan arah kebijakan pengamanan berbasis ilmiah (scientific-based policing). Kehadiran pusat studi ini dilandasi kebutuhan mendesak untuk mengubah pendekatan penanganan masalah sosial dan keamanan. Selama ini fokus penegakan hukum kerap berhenti pada respons penindakan setelah tindak pidana terjadi. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi tinggi, paradigma tersebut diperluas menuju langkah-langkah proaktif.

PERKUAT KOMITMEN BERSAMA – Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya dan Rektor Unud Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., duduk bersama memperkuat komitmen bersama menjaga stabilitas kamtibmas melalui peresmian Pusat Studi Kepolisian.
(BIG.com/ist)
Dalam sesi FGD yang berlangsung interaktif, para peserta mendiskusikan berbagai tantangan kamtibmas modern yang semakin kompleks, mulai dari dinamika sosial-budaya pariwisata hingga potensi kerawanan berbasis teknologi. Dari diskusi mendalam tersebut dirumuskan komitmen bersama. Diskusi ini diharap tidak hanya dapat merespons tindak pidana, namun dapat mencegah serta memitigasi berbagai permasalahan di masyarakat yang berkaitan dengan situasi kamtibmas.
Pusat Studi Kepolisian Unud-Polda Bali ini dirancang sebagai wadah kolaborasi untuk mewujudkan beberapa pilar utama yakni riset dan analisis sosial: melakukan kajian mendalam terhadap akar permasalahan sosial yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas di Bali; mitigasi berbasis data yakni menyusun strategi pencegahan dini yang terukur melalui riset akademis yang akurat bagi jajaran operasional kepolisian; penguatan ketahanan masyarakat yakni mengedukasi publik serta meningkatkan kesadaran hukum agar masyarakat memiliki ketahanan (resilience) terhadap berbagai potensi ancaman kejahatan.
Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam menjembatani dunia kepolisian dengan dunia akademis. Dengan memadukan pengalaman praktis di lapangan serta ketajaman analisis ilmiah dari kampus, Polda Bali dan Unud optimistis dapat menghadirkan solusi jangka panjang yang solutif bagi dinamika keamanan di Pulau Dewata. Sinergi ini sekaligus menegaskan bahwa pemeliharaan kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif. (01)



