Gianyar, BIG.com
Beredarnya video warga yang mengamuk hingga viral di media social (medsos), membuat Babinsa Desa Ketewel Koramil 1616-05/Sukawati Sertu I Wayan Suparta bersama Bhabinkamtibmas Desa Ketewel Aiptu I Kadek Sipin Wijaya, Kelian Dinas, dan Kelian Adat Banjar Pabean melakukan pengecekan. Lokasinya di tempat kos-kosan Jembatan Ampel di Banjar Pabean, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati.
Langkah cepat tersebut dilakukan guna memastikan fakta di lapangan, sekaligus memberi penjelasan ke masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban wilayah.
Berdasarkan hasil penelusuran dan klarifikasi di lapangan, video yang beredar tersebut ternyata kejadian pada Mei 2026. Kejadiannya bermula adanya kesalahpahaman antara warga setempat, Wayan Sumbang, dengan penghuni kos asal Kupang, NTT, Jhon.
Permasalahannya saat itu juga diselesaikan secara damai melalui pendekatan kekeluargaan dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Kejadiannya tidak lagi menimbulkan persoalan di masyarakat.

CEK KOS-KOSAN – Babinsa Desa Ketewel Koramil 1616-05/Sukawati Sertu I Wayan Suparta, bersama Bhabinkamtibmas Desa Ketewel Aiptu I Kadek Sipin Wijaya, Kelian Dinas, dan Kelian Adat Banjar Pabean mengecek tempat kos-kosan Jembatan Ampel di Banjar Pabean, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar, pasca-warga ngamuk.
(BIG.com/ist)
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Ketewel Sertu I Wayan Suparta mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan medsos. Dia juga mengingatkan warga agar tidak terlalu mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terlebih video atau berita lama yang dapat memunculkan persepsi keliru dan menimbulkan keresahan di masyarakat.
Melalui koordinasi yang baik antara aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, dan warga, situasi keamanan di wilayah Desa Ketewel hingga saat ini terpantau aman, tertib, dan kondusif. (02)


