Atraksi Beladiri Militer Semarakkan Penutupan Pendidikan Tamtama Infanteri TNI AD

Buleleng, BIG.com

Momentum penutupan pendidikan pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran (TA) 2026 oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto di Lapangan Chandradimuka, Dodiklatpur Rindam IX/Udayana, Pulaki, Buleleng, Rabu (9/9/2026), semarak dengan atraksi beladiri militer. Keterampilan Sparko dan halang rintang diperagakan oleh para prajurit muda ini.

Atraksi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara penutupan, tetapi juga menggambarkan hasil tempaan pendidikan, sekaligus kesiapan dasar para prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di satuan masing-masing.

ATRAKSI BELA DIRI – Penutupan Pendidikan Tamtama Infanteri TNI AD di Pulaki, Buleleng, Rabu (9/9/2026), semarak dengan atraksi beladiri militer.

(BIG.com/ist)

Setelah melewati rangkaian pendidikan dan tempaan yang menguji mental, fisik, pengetahuan, serta keterampilan keprajuritan, para Tamtama Siswa Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II ini resmi menyelesaikan pendidikan. Mereka kini dihadapkan pada perjalanan baru sebagai prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang siap mengemban tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dalam kesempatan itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan selamat dan sukses ke seluruh tamtama siswa yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dengan baik. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan pencapaian yang patut disyukuri, sekaligus menjadi awal dari perjalanan panjang dalam melaksanakan pengabdian sebagai prajurit TNI AD. “Keberhasilan ini tidak diperoleh dengan mudah. Selama mengikuti pendidikan, para siswa menghadapi berbagai tantangan dan tempaan, baik dalam pembentukan sikap dan mental, peningkatan kemampuan jasmani, penguasaan pengetahuan militer maupun kemampuan dasar keprajuritan,” tegas Pangdam.

Pangdam menegaskan, seluruh proses pendidikan tersebut pada hakikatnya merupakan bagian penting dalam membentuk dan mengubah karakter dari masyarakat sipil menjadi prajurit TNI AD yang memiliki disiplin, loyalitas, jiwa korsa, keberanian, tanggung jawab dan profesionalisme.

Menurutnya, kelulusan pendidikan bukanlah akhir dari proses pembentukan seorang prajurit, melainkan awal dari tuntutan pengabdian yang sesungguhnya. Mulai saat ini, pangkat dan seragam yang dikenakan para prajurit muda bukan sekadar simbol kebanggaan, tetapi merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan.

Selama kurang lebih dua bulan mengikuti pendidikan, para siswa mendapat penilaian melalui Tri Pola Dasar Pendidikan yang meliputi berbagai aspek pembentukan keprajuritan. Berdasarkan hasil penilaian lembaga pendidikan, predikat terbaik pada Tri Pola Dasar Pendidikan, sikap, dan perilaku, serta pengetahuan dan keterampilan diraih oleh Prajurit Dua (Prada) Imanuel Hawu Rohi Lay, sedangkan predikat terbaik pada aspek  jasmani diraih oleh Prada Komang Suryanata.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf.Amrizal Nasution menegaskan bahwa berakhirnya pendidikan bukan berarti berakhirnya proses pembentukan prajurit, melainkan menjadi awal dari pelaksanaan tugas dan pengabdian di satuan masing-masing. “Pendidikan ini menjadi fondasi penting dalam membentuk prajurit yang disiplin, profesional dan berkarakter. Kami berharap para prajurit muda mampu menerapkan ilmu dan nilai-nilai keprajuritan yang telah diperoleh, serta senantiasa menjaga kehormatan TNI AD dan hadir memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya. (02)

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru