Gianyar, BIG.com
Setelah dinyatakan hilang dan dicari-cari selama 10 hari, nenek bernama Ni Wayan Geloh (78), warga Banjar Perean, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, akhirnya ditemukan.
Namun sayang, warga lansia tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dasar jurang pada Selasa (1/9/2026) sore. Mengingat medan sangat berat, maka proses evakuasi jenazah sang nenek berlangsung hingga malam harl.
Kepala BPBD Gianyar Drs. Ida Bagus Putu Suamba, Rabu (2/9/2026), mengatakan Geloh sebelumnya dilaporkan hilang oleh Perbekel Desa Pupuan pada 21 Agustus 2026. Setelah menerima laporan tersebut, Perbekel mengimbau keluarga, aparat desa dan masyarakat setempat, untuk melakukan pencarian di sekitar rumah maupun wilayah yang biasa didatangi sang nenek.

EVAKUASI JENAZAH – Aparat gabungan mengevakuasi jenazah Ni Wayan Geloh dari dasar jurang di Banjar Perean, Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar, Senin (1/9/2026) malam.
(BIG.com/ist)
“Korban ditemukan nyangkut di jurang, di akar bambu, sekitar 500 meter dari rumahnya dalam keadaan meninggal dunia,” tegas Ida Bagus Suamba.
Penemuan jenazah korban lalu dilaporkan ke aparat BPBD Gianyar sekitar pukul 17.40. Setelah menerima laporan warga, BPBD langsung mengerahkan tim ke lokasi untuk mengevakuasi jasad nenek Ni Wayan Geloh.
Setibanya di lokasi kejadian, tim BPBD bersama personel Polsek Tegallalang, Koramil Tegallalang, aparat desa, keluarga, dan masyarakat, melakukan evakuasi. Medan yang sulit, terjal, dan posisi korban di dasar jurang, membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama. Bahkan evakuasi hingga malam hari. “Sekitar dua jam kami melakukan evakuasi bersama masyarakat dan TNI-Polri. Akhirnya jenazah korban dapat kami angkat,” jelas Suamba.
Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Ari Canti, Gianyar, atas persetujuan pihak keluarga untuk proses lebih lanjut. (02)




