Karangasem, BIG.com
‘’Karangasem Festival 2026’’ mencatat capaian ekonomi yang menggembirakan. Selama empat hari pelaksanaan, transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp1,445 miliar. Capaian tersebut mendapat apresiasi Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta saat menutup even tersebut serangkaian peringatan HUT ke-386 Kota Amlapura di Taman Budaya Candra Bhuana, Amlapura, Senin (22/6/2026) malam.
Wagub Giri Prasta mengapresiasi penyelenggaraan festival yang tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya ini, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. “Kami mendapat laporan dari Bapak Bupati bahwa selama empat hari pelaksanaan festival, terjadi transaksi lebih dari Rp1 miliar. Ini menunjukkan kegiatan budaya mampu memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya UMKM di Karangasem,” tegasnya.
Giri Prasta menyampaikan terima kasih ke panitia yang menghadirkan berbagai kegiatan kreatif, lomba-lomba, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat, dalam perayaan tersebut. Menurutnya, Karangasem adalah contoh daerah yang mampu menjaga keharmonisan antarumat beragama dengan sangat baik. Dia menilai kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem menerapkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Semua insan memiliki kedudukan yang sama. Ini yang saya lihat dan diterapkan dengan baik di Kabupaten Karangasem,” tambah Wagub.
Giri Prasta memberi penghargaan ke para seniman Karangasem yang terus menjaga dan mewariskan budaya ke generasi penerus. Menurutnya, Karangasem menunjukkan jati diri sebagai salah satu representasi kuat dari semangat dan identitas Bali. “The spirit of Bali itu ada di Karangasem. Karangasem mampu menunjukkan jati diri sebagai kekuatan budaya Bali,” ungkapnya.
Giri Prasta mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian peringatan hari jadi ke-386 Kota Amlapura dan ‘’Karangasem Festival 2026’’.
Mengenai pembangunan daerah, Giri Prasta menegaskan komitmen Pemprov Bali untuk menerapkan konsep one island, one management, one command dalam membangun Bali secara terpadu, termasuk Karangasem.
Sedangkan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata didampingi Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa menyampaikan bahwa masyarakat menyaksikan berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari ‘’Karangasem Festival 2026’’ selama beberapa hari terakhir. Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar ajang hiburan dan perayaan. Festival ini juga menjadi ruang ekspresi kreativitas, pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, promosi pariwisata, serta sarana mempererat persatuan dan kebersamaan.

TUTUP FESTIVAL – Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta saat menutup ‘’Karangasem Festival 2026’’ serangkaian peringatan HUT ke-386 Kota Amlapura di Taman Budaya Candra Bhuana, Amlapura, Senin (22/6/2026) malam.
(BIG.com/ist)
Salah satu indikator keberhasilan Karangasem Festival tahun ini, lanjut Gus Par, yakni meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Berdasarkan laporan panitia, selama festival pada 19–22 Juni 2026, sebanyak 32 pelaku UMKM berhasil membukukan transaksi sebesar Rp358 juta. Sedangkan 85 pelaku usaha kuliner mencatat transaksi Rp1,087 miliar. “Dengan demikian, total perputaran ekonomi yang terjadi selama empat hari pelaksanaan Karangasem Festival 2026 mencapai Rp1,445 miliar,” ungkapnya.
Angka tersebut menunjukkan bahwa festival tidak hanya menjadi sarana hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Gus Par juga menyinggung tema hari jadi Kota Amlapura yakni “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa”. Tema tersebut, menurutnya, merupakan refleksi perjalanan panjang masyarakat Karangasem dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Pada usia ke-386 tahun, Kota Amlapura tumbuh menjadi pusat pemerintahan, budaya, pendidikan, dan ekonomi yang terus berkembang. Sejarah panjang tersebut menjadi modal besar bagi masyarakat Karangasem untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Pada kesempatan itu, Gus Par juga menegaskan bahwa persoalan fasilitas air bersih dan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi tantangan di Karangasem akan terus diupayakan hingga tuntas. “Meski berat, harus bisa,” tegasnya. (02/r)



