Cari Solusi Tangani Sampah, Kodam IX/Udayana Gelar FGD  

Denpasar, BIG.com

Memperingati Hari Bakti ke-69, Kodam IX/Udayana menggelar focus group discussion (FGD) tentang penanganan sampah berbasis kolaborasi dan kearifan lokal. Kegiatan di ruang Airlangga, Makodam IX/Udayana, Denpasar, pada Rabu (13/5/2026) ini, dibuka Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi.

FGD dihadiri pejabat utama (PJU) Kodam IX/Udayana, para pamen ahli, Kabalakdam, Kasi Korem163/Wira Satya, Dandim 1611/Badung, serta narasumber kompeten dari berbagai latar belakang, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat (ormas), dan wartawan.

Dalam sambutannya yang dibacakan Kasdam IX/Udayana, Pangdam IX/Udayana menekankan bahwa isu sampah di Bali bukan sekadar masalah estetika, melainkan tantangan krusial yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, keberlangsungan pariwisata, dan kelestarian ekosistem. “Penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi dan sinergi kuat dari seluruh elemen masyarakat. Sebagai implementasi tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), Kodam IX/Udayana berkomitmen membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan. Hal ini juga merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI agar TNI proaktif menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan paparan empat narasumber utama yang memberi pandangan komprehensif yakni I Made Dwi Arbani, S.TP., M.Si. (Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali) yang memaparkan kebijakan strategis “Program Penanganan Sampah di Provinsi Bali”. Dia menyoroti pentingnya tata kelola sampah terintegrasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sebagai fondasi utama menuju “Bali Bersih Sampah”.

 FGD TANGANI SAMPAH – Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi (mewakili Pangdam) saat membuka FGD tentang penanganan sampah berbasis kolaborasi dan kearifan lokal di ruang Airlangga, Makodam IX/Udayana, Denpasar, pada Rabu (13/5/2026).

(BIG.com/ist)

Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S.,  (pemerhati lingkungan/akademisi) menekankan konsep “Optimalisasi Pengolahan Sampah Mandiri”. Dia menegaskan bahwa solusi paling efektif yakni menyelesaikan masalah sampah di sumbernya (source-based management) melalui pengolahan mandiri di tingkat rumah tangga atau komunitas, sehingga beban tempat pembuangan akhir (TPA) dapat dikurangi signifikan.

Sedangkan Putu Gede Indra, S.H., M.Pd. (penggiat waste management) membahas “Solusi Manajemen Sampah” dari sisi teknis dan regulasi. Dia menawarkan pendekatan manajemen modern yang efisien dalam pengumpulan, pengangkutan, dan pemrosesan limbah, serta pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam ekonomi sirkular sampah.

Komang Sudiarta (founder komunitas Maludong) menyajikan perspektif grassroots melalui topik “Solusi Penanganan Sampah dari Hulu ke Hilir”. Komang menyoroti pentingnya membangun karakter dan kepedulian lingkungan sejak usia dini. Dia mendesak pemerintah agar menyediakan infrastruktur pengolahan sampah yang memadai sebagai dukungan bagi gerakan masyarakat.

FGD ini menjadi bukti nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek pertahanan keamanan, tetapi juga dalam isu-isu sosial dan lingkungan. Kodam IX/Udayana berkomitmen mengawal hasil rekomendasi dari diskusi ini agar dapat diimplementasikan bersama instansi terkait dan komunitas peduli lingkungan di wilayah Bali-Nusra.

Dengan semangat Hari Bakti ke-69, Kodam IX/Udayana yang mengusung tema “Kodam IX/Udayana Bersama Rakyat Menuju Indonesia Maju” mengajak seluruh lapisan masyarakat agar terus bergerak bersama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari demi keberlanjutan generasi mendatang. (01/r)

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru