Hujan Mulai Guyur Bali, Waspadai Cuaca Ekstrem dan Gelombang Laut

Badung, BIG.com

Hujan mulai mengguyur Bali sejak Selasa (28/10/2026), kendati secara umum sebagian besar wilayah Pulau Dewata masih berada dalam periode musim kemarau. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat mulai membasahi sejumlah wilayah.

Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III, Luh Eka Arisanti, Minggu (1/11/2026) menyampaikan bahwa hujan yang terjadi saat ini bersifat tidak merata. Kondisi tersebut merupakan bagian daripada dinamika cuaca pada masa peralihan musim atau pancaroba. BMKG memprediksi awal musim hujan di Bali berlangsung secara bertahap mulai November hingga Desember 2026. “Secara umum saat ini wilayah Bali masih musim kemarau. Namun, dalam tiga hari terakhir mulai turun hujan dengan intensitas ringan hingga lebat secara tidak merata,” jelas Luh Eka Arisanti.

MENANDAKAN HUJAN – Langit mendung menandakan hujan segera mengguyur Bali. Masyarakat mesti waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seiring musim pancaroba.

(BIG.com/dok)

Menghadapi masa peralihan tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Perubahan cuaca yang berlangsung cepat perlu diantisipasi, terutama oleh masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, penyesuaian kegiatan di sektor pertanian perlu dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca dan iklim. Masyarakat pun diimbau menjaga kondisi kesehatan karena perubahan cuaca berpotensi memengaruhi daya tahan tubuh.

BMKG juga mengingatkan pentingnya memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG agar masyarakat dapat mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer.

Tidak hanya di daratan, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Bali. Potensi gelombang laut setinggi dua meter atau lebih masih perlu diwaspadai di sejumlah perairan. Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi meliputi Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, serta perairan selatan Bali. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian para nelayan, operator wisata bahari, maupun masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran. Mereka diimbau memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum melaut.

Dalam tiga hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih diprakirakan terjadi secara tidak merata di wilayah Bali. Dengan mulai munculnya hujan di tengah musim kemarau, masyarakat diharap jangan lengah menghadapi perubahan cuaca. Kewaspadaan sejak dini menjadi penting untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi sekaligus menjaga keselamatan aktivitas masyarakat di darat maupun laut. (03)

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru