Sempadan Sungai Yeh Poh Dicaplok Jadi ‘’Hutan Beton’’, Bencana Ancam Warga

Oleh: Ir. I Nyoman Baskara, M.M.

(Ketua Yayasan Tamiang Bali Mandiri),

MASIH segar dalam ingatan kita tentang ‘’September Kelabu’’ yang menimpa Bali, tepatnya pada 7-10 September 2025. Saat itu banjir bandang menerjang Badung, Denpasar, dan Gianyar. Musim penghujan yang sesungguhnya dengan intensitas normal tiba-tiba berubah menjadi ‘’monster’’ banjir yang melumat pelosok kota di Bali Selatan.

Beberapa infrastruktur hancur. Mulai dari robohnya tiang listrik, hambruknya jembatan, terendammya pasar, dan permukiman padat penduduk. Tak terkecuali kantor pemerintah dan swasta. Kemacetan menelan semua jalan kota. Air bah dan lumpur pekat menyerbu setiap ruang. Ribuan rakyat menjadi korban amuk banjir. Puluhan warga meregang nyawa. Tak terhitung kerugian materi yang dialami seluruh korban. Sudah pasti bencana ekologi itu meninggalkan trauma panjang.

Kini setahun lebih peristiwa itu berlalu. Musim penghujan tahun ini pun telah tiba walau agak tertunda. Kita harus bertanya, sudah siapkah Bali menghadapi musim penghujan tahun 2026?

Belakangan ini penulis coba mendengar kegalauan beberapa teman tentang kondisi alam Bali dan potensi bencana di depan mata. Juga menyimak imbauan BNPB tentang aksi daerah siaga bencana yang disampaikan sebelumnya. Penulis pun sempat mengemas satu artikel ringan di network Pecinta Lingkungan. Sebagai suatu langkah kecil untuk lebih siaga di lingkungan sekitar, kita pasti tak ingin bencana banjir kembali melumat Bali.

”HUTAN BETON” –Sungai Yeh Poh yang melintasi kawasan Kerobokan dan Kuta Utara (seperti di Banjar Tegal Gundul, Desa Canggu, serta perbatasan wilayah Dalung) kini berubah jadi ”hutan beton” akibat pencaplokan sempadan.

(BIG.com/ist)

Tiba-tiba Get Bagus Bharata Trisena, sahabat alam yang juga tokoh Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara, Badung, mengirim foto yang mencengangkan. Dia juga mewakili aspirasi warga  terhadap bangunan yang melanggar sempadan Sungai Yeh Poh. Sempadan itu dicaplok dan disulap oleh oknum warga dijadikan ‘’hutan beton’’.  Spontan penulis bersama rekan, Ir. Putu Danayasa, (ahli perencanaan kota, pegiat, dan pencinta lingkungan), mesti turun melihat kondisi fisik di lokasi. Sekadar diketahui, Sungai Yeh Poh melintasi kawasan Kerobokan dan Kuta Utara (seperti di Banjar Tegal Gundul, Desa Canggu, serta perbatasan wilayah Dalung.

Pada Minggu (1/11/2026) adalah rahina (hari) Banyu Pinaruh; hari yang disucikan umat Hindu di Bali sebagai hari air kehidupan. Kami maknai sebagai momen perjuangan menyelamatkan sungai di ‘’Pulau Tirta’’ yang bernama Bali. Setelah on the spot (di lokasi Tukad Yeh Poh), kami benar-benar merasa miris. Bagaimana mungkin sempadan sungai yang dulu begitu asri tersebut, tiba-tiba mengalami kerusakan parah. Sungai yang dulu lebarnya sekitar 8 meter, kini menjadi kali kecil (jelinjingan) yang lebarnya tinggal 2,5meter.

Menurut Get Trisena, banyak dan sudah cukup lama warga sekitar Tukad Yeh Poh menyampaikan keluhan mengenai pencaplokan sempadan sungai tersebut. Keluhan pun telah disampaikan ke meja Bupati Badung Adi Arnawa. Rupanya keluhan dan aspirasi plus foto situasi yang disampaikan warga ini seolah-olah teredam tembok tebal. Nyaris tak terdengar.

Menurut Putu Danayasa, yang juga turun langsung ke lokasi, apa yang terjadi dapat dikategorikan masif. Jika tidak segera dieksekusi, kasus ini akan menjadi contoh buruk penegakan hukum lingkungan di Pulau Dewata. Warga lain pasti akan mengikutinya. Kasus akan menjadi bom waktu dan berpotensi melahirkan bencana ekologi yang dahsyat. Sulit diprediksi dampak kerugian yang akan ditimbulkannya. Mengingat di Sungai Yeh Poh melalui aliran air yang besar dan panjang. Maka semua infrastruktur yang ada di kawasan itu akan hancur. Korban nyawa manusia sia-sia terancam sangat banyak, tegasnya.

Penurut penulis, tak ada waktu untuk menunda. Seekor keledai pun tak mau terperosok pada pada lubang yang sama. Maka tuntutan warga Dalung dan sekitarnya agar Bupati Adi Arnawa bergerak cepat adalah aspirasi yang bijak. Let’s save Bali (mari selamatkan Bali). (*)

 

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru