Semakin Diminati, Jumlah Karya dan Pelaku Seni FSBJ Meningkat

Denpasar, BIG.com

Festival Seni Bali Jani (FSBJ) semakin diminati masyarakat Bali. Statistik menunjukkan bahwa jumlah karya seni kontempoter yang dipentaskan meningkat setiap tahun. Begitu pun dengan jumlah pelaku seni yang terlibat meningkat secara signifikan.

“Tidak terasa selama dua pekan kita menyaksikan beragam karya, budaya dan capaian kreativitas seni modern kontemporer, yang berkualitas dipagelar pada Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat menutup FSBJ di Taman Budaya-Art Centre, Denpasar, Sabtu (25/7) malam.

BERSAMA PARA SENIMAN – Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama dengan para seniman pengisi acara penutupan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) di Taman BudayaArt Centre, Denpasar, Sabtu (25/7) malam.

(BIG.com/ist)

Dia menambahkan bahwa FSBJ VIII yang dilaksanakan mulai 11 Juli 2026 – 25 Juli 2026 memperlihatkan dampak dan hasilnya. FSBJ menjadi ruang temu bagi para sastrawan, dramawan, komposer, koreografer, kreator, dan insan-insan kreatif lainnya, untuk menunjukkan karya terbaik, membahas isu-isu terkini melalui garapan kreatif dan inovatif serta mengadaptasi perkembangan teknologi terkini.

Menurut Koster, melalui FSBJ, kesenian modern dan kontemporer mendapat ruang apresiasi yang terhormat, menjadi panggung kemajuan kebudayaan yang membuktikan bahwa peran kreatif krama (warga) Bali tidak pernah surut. Bahkan sebaliknya, terus menggelora, dinamis dan maju namun tetap berpijak kuat pada nilai-nilai luhur kearifan lokal budaya Bali.

Selain itu, Koster mengapresiasi peran Ketua Dekranasda Bali Putri Suatini Koster atas andilnya dalam lahirnya FSBJ. “Yang memberi ide wadah untuk kesenian modern ini, yang menggagas dan mendorong adalah istri saya, Ibu Putri,” jelasnya.

Koster berkelakar kalau tidak dengan dorongan Ibu Putri Koster mungkin wadah bagi para pelaku seni modern belum terpikir olehnya. Dia juga menyampaikan bahwa Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Festival Seni Bali Jani terus berlanjut setiap tahun, siapa pun pemimpinnya karena dipayungi Perda Provinsi Bali No. 4 Tahun 2020 tentang penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali. “Kita berharap dan kita doakan siapa pun pemimpin Bali ke depan, agar memiliki sentuhan seni, memiliki komitmen yang kuat dan diaktualisasikan dalam kebijakan,” imbuh Koster.

Di sisi lain, peran masyarakat dalam upaya melestarikan budaya, seni dan tradisi Bali, juga tidak kalah penting. Diperlukan regenerasi pelaku seni untuk memastikan kesenian Bali selalu hidup dan menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali. “Kita bersyukur karena selalu ada anak-anak kita yang menjadi pelaku seni. Karena itulah jangan pernah bosan kita berseni-budaya di Bali, berperan sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Bergotong royong agar budaya bali selalu hidup,” jelasnya.

Selain menyerahkan penghargaan ke pemenang lomba, Gubernur Koster juga memberi penghargaan Bali Jani Nugraha ke tokoh kesenian kontemporer Bali sebagai pengakuan atas apresiasi, dedikasi dan pencapaian dalam pemajuan seni modern atau kontemporer Bali. Acara dilanjutkan dengan menutup dan meluncurkan tema Festival Seni Bali Jani IX Tahun 2027 yaitu ‘’Jiwana Dharani Wana Kerthi’’ yang bermakna hutan sebagai napas semesta. (02)

 

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru