Sampah Plastik Mulai ‘’Serbu’’ Pantai Padang Galak dan Sekitarnya  

 Denpasar, BIG.com

Tidak hanya angin barat, berhembusnya angin timur belakangan ini juga mengakibatkan pantai dikotori sampah, terutama plastik. Pantai Padang Galak, Kesiman Petilan, Denpasar Timur, dan sekitarnya, mulai ‘’diserbu’’ sampah.

Pantai berombak cukup besar ini sekarang tercemar akibat sampah plastik dan ranting pohon. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat, terutama di hulu, masih membuang sampah sembarangan sehingga mencemari lingkungan.

Pantauan wartawan pada Minggu (17/5/2026) pagi, sampah plastik menghiasi bibir pantai yang berpasir hitam tersebut. Walau banyak sampah, sejumlah warga tetap berolah raga maupun memancing sambil rekreasi. Tak jauh dari Pantai Padanggalak, sejumlah pemancing memadati areal Pelabuhan Sanur di Pantai Matahari Terbit. Mereka tak sedikit pun terusik sampah yang terus berdatangan dibawa ombak.

‘’DISERBU’’ SAMPAH – Pantai Padang Galak, Kesiman Petilan, Denpasar Timur, dan sekitarnya, yang kini kotor akibat ‘’diserbu’’ sampah plastik.

(BIG.com/ist)

Sejauh ini belum ada pihak yang peduli dengan ‘’serbuan’’ sampah plastik tersebut. Terbukti tidak ada upaya pembersihan yang dilakukan pihak terkait, tidak seperti halnya dilakukan ribuan warga untuk membersihkan sampah yang mencemari pantai akibat angin barat lalu. Saat itu Presiden Prabowo Subianto sempat ‘’menjewer’’ pemerintah di Bali lantaran membiarkan sampah mengotori pantai hingga mendapat kritikan internasional. Begitu mendapat ‘’warning’’ dari Presiden, semua komponen di Pulau Bali bergerak menyingkirkan sampah yang mencemari lingkungan. Bahkan saat itu sempat berhembus semacam perintah agar berbagai kalangan rutin membersihkan sampah secara bergotong royong setiap saat. Ternyata itu hanyalah hangat-hangat tahi ayam alias cuma slogan belaka. Nah ketika sekarang sampah datang lagi dan mengotori pantai, tak satu pun ada orang bergerak, sehingga sampah kian banyak. Jika saja warga yang bermukim di hulu, pinggir atau hilir sungai, peduli lingkungan tentu sampah plastik tidak seperti yang ada sekarang. Apakah kita mesti menunggu bencana datang? (01)

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru