Denpasar, BIG.com
Mendukung program penanganan inflasi dan perayaan Galungan serta Kuningan, Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Bali menggelar Pekenan Galungan dan Kuningan di depan Kantor Gubernur Bali di Jl.Basuki Rahmat No.1, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Minggu (14/6/2026).
Masyarakat cukup antusias berbelanja di tempat ini, salah satunya membeli sarana upacara menjelang hari raya Galungan. Bahkan ada warga yang memborong canang dan buah-buahan yang nanti dipersembahkan menjelang maupun saat hari raya. Sebagian warga yang tengah olahraga di arena Car Free Day (CFD) Renon juga mampir sekadar membeli produk-produk yang dijual oleh pengusaha UMKM.
Ketua FKLJK Bali I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa dengan kearifan lokal, pihaknya sengaja menggelar Pekenan Galungan-Kuningan dengan menjual barang-barang lokal. Pesertanya berjumlah 45 UMKM binaan Pemprov Bali dan seluruh industri jasa keuangan. Pekenan (pasar) semacam ini diharap memberi kontribusi positif bagi penanganan inflasi dan memberi kesejahteraan masyarakat. ‘’Mereka secara khusus menjual produk-produk khusus sebagai persiapan hari raya Galungan dan Kuningan,’’ tegas Sudharma, yang juga Dirut BPD Bali ini.

BERI KETERANGAN – Ketua FKLJK Bali I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., bersama Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK dan Edukasi OJK Bali, Irhamsah, memberi keterangan kepada wartawan saat Pekenan Galungan dan Kuningan di depan Kantor Gubernur Bali di Jl.Basuki Rahmat No.1, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Minggu (14/6/2026).
Menariknya, semua UMKM yang berjualan di pekenan ini sama sekali tidak memperoleh subsidi dari FKLJK maupun pemerintah. Mereka hanya diberikan tempat berjualan secara gratuis, namun disarankan menjual produk dengan harga yang wajar atau di bawah pasaran.
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK dan Edukasi OJK Bali, Irhamsah, menambahkan bahwa Pekenan Galungan dan Kuningan ini diikuti 40 lebih pelaku usaha. Dia menyarankan agar para pedagang menjual produk dengan harga terjangkau menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Sedangkan untuk mensosialisasikan kontak OJK 157 ke masyarakat, kegiatan ini juga menyediakan canang, sarana upacara umat Hindu di hari raya Galungan, untuk dibeli masyarakat dengan harga hanya Rp157 sebagai simbol layanan “Kontak 157”, termasuk edukasi transaksi digital melalui QRIS. Dengan pembayaran Rp157 melalui QRIS tersebut, masyarakat mendapat canang sebagai sarana upacara dengan harga yang sangat murah karena disubsisi oleh FKLJK Provinsi Bali. Angka 157 memiliki makna khusus dimana 157 dibaca ‘satu layanan untuk Indonesia maju’. Ini merupakan nomor kontak pengaduan dan informasi OJK yang kini melayani konsumen industri jasa keuangan dan masyarakat secara 24 jam. Sebanyak 15 ribu canang yang dijual pada saat pekenan ini langsung habis dalam 1 jam saja.
Pelaku usaha yang ikut pekenan, Ni Wayan Sri Sutari, S.P.M.P., pemilik Bintang Tani Bali, mengungkapkan kegiatan semacam ini sejatinya merupakan ajang untuk berpromosi bagi kalangan UMKM sehingga lebih dikenal masyarakat luas. Menurut dia, kalaupun dalam ajang ini tak terlalu banyak orang berbelanja, minimal pengusaha dapat memperkenalkan usaha lewat kartu nama atau bertukar nomor telepon. Sri Sutari mengusulkan kepada pemerintah agar pasaran semacam ini diperbanyak, tidak hanya pada Minggu, namun bisa juga pada hari-hari kerja dan dilaksanakan di tempat berbeda. Dia menyebut ajang ini tidak bisa disebut pasar murah, sebab harga yang dipatok para pedagang tetap seperti biasa.

PERLIHATKAN PRODUK – Ni Wayan Sri Sutari, S.P.M.P., pemilik Bintang Tani Bali, memperlihatkan salah satu produk yang dia tawarkan pada Pekenan Galungan dan Kuningan.
Dosen Fakultas Pertanian Unud ini menambahkan agar kalangan UMKM yang berpromosi dalam ajang seperti ini diberi subsidi juga sehingga produk-produk yang dipasarkan bisa lebih murah dari hari-hari biasa atau pasaran atau terjangkau masyarakat. Jika ada cadangan dana pemerintan yang berlebih untuk mensubsidi atau mensuplai produk untuk hari raya, tentu lebih cocok namanya pasar murah. Dengan demikian warga tidak bertanya-tanya mengenai harga yang sama dengan di tempat lain.
Untuk diketahui FKLJK merupakan wadah yang menghimpun para pelaku industri jasa keuangan di daerah guna bersinergi dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat. FKLJK Bali secara aktif bersinergi dengan Otoritas Jasa keuangan (OJK) Provinsi Bali dan pemerintah daerah untuk menyelenggarakan program-program yang mendukung masyarakat, seperti: Pasar Murah (Pekenan) membantu penyediaan kebutuhan pokok untuk hari raya seperti Galungan dan Kuningan serta bantuan sosial berupa penggalangan dana kemanusiaan bagi masyarakat Bali yang terdampak bencana. (01)


