Klungkung, BIG.com
Dua kapal penyeberangan di Kabupaten Klungkung, menjadi percontohan pemanfaatan teknologi Automatic Identification System Institut Teknologi Sepuluh Nopember (AISITS), Surabaya. Guna mendukung keselamatan pelayaran, ITS menghibahkan perangkat transmitter AISITS tersebut sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi teknologi dengan Pemkab Klungkung, Sabtu (19/9/2026).

SERAHKAN TRANSMITER AIS – Penyerahan transmitter AIS dari Rektor ITS Prof.Bambang Pramujati kepada Bupati Klungkung I Made Satria di Pelabuhan Kusamba, Klungkung.
(BIG.com/Humas ITS)
AISITS dirancang untuk membantu memonitor pergerakan kapal dan mendukung pemantauan wilayah konservasi dan terumbu karang. ITS juga membuka peluang dengan menjadikan AISITS sebagai proyek percontohan kolaborasi dengan Pemkab Klungkung.
Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, S.T., Msc.Eng., Ph.D., mengatakan kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah daerah perlu diarahkan pada pemanfaatan teknologi sekaligus pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Bambang menambahkan ITS terus mengarahkan ekosistem inovasi dan kepakaran untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat. Apalagi Kabupaten Klungkung memiliki kebutuhan dan potensi yang sangat beragam, sehingga kolaborasi ini tidak hanya dilihat dari sisi teknologi.
Bambang ingin agar ITS menjadi kampus inovasi sehingga berkontribusi melalui pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan sistem yang dibutuhkan daerah. “Kami ingin kerjasama ini menjadi pintu masuk untuk menghadirkan lebih banyak inovasi dari kepakaran ITS sesuai kebutuhan daerah,” ungkap dosen Teknik Mesin ITS itu.
Bupati Klungkung I Made Satria menyambut baik tawaran kolaborasi tersebut. Sinergi dengan ITS dapat menjadi peluang bagi Pemkab Klungkung untuk mengoptimalkan teknologi melalui kepakaran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut Satria, kerjasama dengan ITS membuka peluang bagi daerah untuk mulai mengadopsi teknologi yang selama ini belum tersedia seperti teknologi sistem pada kapal-kapal di wilayah setempat. Pemkab Klungkung pun akan mengawali penerapan AIS melalui kapal-kapal di Nusa Penida. “Selama ini kapal-kapal di Klungkung belum memiliki teknologi pemantauan keselamatan seperti yang dikembangkan oleh ITS. Dua kapal ini menjadi percontohan, yang ke depan kami berharap teknologinya dapat dimanfaatkan lebih luas oleh kapal-kapal di Nusa Penida,” tegas Satria.
AISITS tidak hanya penting untuk keselamatan pelayaran, tetapi juga dapat membantu melindungi kekayaan alam perairan di Klungkung. Dengan kemampuan pemantauan kapal, teknologi ditawarkan AISITS ini dapat mendukung upaya menjaga biota laut dan terumbu karang dari aktivitas yang berpotensi merusaknya. “Klungkung memiliki banyak potensi yang memungkinkan untuk dikembangkan bersama ITS, kami harapkan kerjasama ke depan berkembang ke berbagai sektor,” tegas Made Satria.
Melalui kolaborasi tersebut, ITS dan Pemkab Klungkung mendorong agar hubungan perguruan tinggi dengan pemerintah daerah tidak berhenti pada satu program, tetapi berkembang menjadi ekosistem kerjasama yang berkelanjutan. Bagi ITS, langkah ini menjadi bagian dari komitmen membawa hasil riset, inovasi, dan kepakaran kampus agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

PASANG AIS – Pemasangan Transmitter AIS di kapal The Angkel I di pelabuhan Kusamba, Klungkung.
(BIG.com/humas ITS)
Sedangkan dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS A.A.B. Dinariyana Dwi Putranta, S.T., M.E.S., Ph.D., menambahkan bahwa ITS membuka empat ruang kolaborasi dengan Pemkab Klungkung. Kolaborasi itu meliputi Program Desa Binaan, pengembangan sistem informasi, jalur penerimaan mahasiswa melalui kemitraan, serta penelitian dan pengabdian masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membawa kepakaran dan inovasi ITS lebih dekat dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Melalui keterlibatan dosen, mahasiswa, dan tenaga ahli, ITS mendorong agar hasil riset tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di Klungkung. Untuk ke depan, sinergi tersebut diharap memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan menghadirkan solusi yang memberi manfaat berkelanjutan bagi pemerintah maupun masyarakat.
Kolaborasi ini turut mendukung pencapaian sustainable development goals (SDGs) terutama pada poin 11 mengenai pembangunan daerah yang berkelanjutan dan aman, poin 14 terkait keselamatan pelayaran sekaligus perlindungan biota laut dan terumbu karang melalui AISITS, poin 16 penguatan tata kelola pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi dan sistem informasi, serta poin 17 tentang kerja sama ITS dan Pemkab Klungkung sebagai kemitraan pembangunan.
Sebelumnya ITS, Surabaya, juga menawarkan berbagai inovasi teknologi yang berpotensi menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Badung, dari pengelolaan sampah hingga penyediaan air bersih. Kolaborasi ini diarahkan pada penerapan solusi yang dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan. (02)

