Gubernur Koster: Bulan Bung Karno Rawat Ingatan Kolektif Wujudkan Bangsa Berdaulat

Denpasar, BIG.com

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur (Wagub) I Nyoman Giri Prasta membuka Bulan Bung Karno VIII pada Senin (1/6/2026) di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center-Taman Budaya, Denpasar. Pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gamelan tradisional Bali berupa bende.

Dalam kesempatan itu Gubernur Koster menyampaikan bahwa Bulan Bung Karno ini mengambil tema “Kawya Atma Kerthi” yang bermakna meraya jiwa perjuangan proklamator dilaksanakan dalam suasana penuh semangat kebangsaan, kebudayaan, dan spiritualitas yang mendalam.

Koster menjelaskan bahwa Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum ideologis dan kultural untuk menghidupkan kembali api perjuangan Sang Babak Proklamator (Soekarno) dalam kesadaran kolektif.

Tema “Kawya Atma Kerthi”, juga mengandung kedalaman filosofis yang luar biasa. “Kawya” adalah ekspresi jiwa yang luhur, “Atma” adalah esensi kesadaran terdalam, dan “Kerthi” adalah upaya penyucian serta pemuliaan. Maka tema ini mengajak semua untuk tidak hanya mengenang Bung Karno sebagai tokoh sejarah, tetapi menghadirkan kembali jiwa perjuangannya sebagai energi hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan sehari-hari.

BULAN BUNG KARNO – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wagub I Nyoman Giri Prasta dan pejabat lainnya saat membuka Bulan Bung Karno VIII pada Senin (1/6/2026) di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center-Taman Budaya, Denpasar.

(BIG.com/ist)

Koster menambahkan Bali sebagai provinsi yang konsisten menggelar Bulan Bung Karno. Menurut Gubernur dua periode ini, Bulan Bung Karno merupakan ruang batin untuk merawat ingatan kolektif bangsa.

“Bung Karno tidak hanya mewariskan kemerdekaan, tetapi juga mewariskan jiwa-jiwa yang berani bermimpi besar, berpikir melampaui zamannya, dan bertindak demi kepentingan rakyat” tegasnya.

Sejarah mencatat bahwa jalan perjuangan beliau ditempa tekanan, penjara, dan pengasingan. Namun justru dari keterbatasan itulah lahir gagasan besar tentang Indonesia merdeka; bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Bung Karno menaruh perhatian dan kekaguman yang mendalam terhadap Bali. Beliau memandang Bali sebagai ruang hidup kebudayaan yang utuh, tempat nilai spiritual, tradisi, dan kehidupan sosial berpadu secara harmonis.

Menurut Koster, dalam pandangan Bung Karno, Bali mencerminkan kekuatan jati diri bangsa, di mana warisan leluhur tetap terjaga, sekaligus mampu berjalan seiring dengan perkembangan zaman.  “Pandangan tersebut menjadi pengingat bagi kita bahwa Bali tidak hanya harus maju, tetapi juga harus tetap teguh menjaga identitas dan nilai-nilai luhur sebagai bagian dari kepribadian bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Bagi Bali, Bung Karno bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan sumber inspirasi yang hidup dalam kesadaran masyarakat. Nilai-nilainya terus bertransformasi dalam pembangunan Bali yang berakar pada kearifan lokal dan berorientasi masa depan. Melalui Bulan Bung Karno, tidak sekedar mengenang, tetapi menghidupkan kembali api perjuangan itu dalam tindakan nyata.

Dengan semangat yang diusung, peringatan tahun ini mengajak masyarakat Bali menjadikan perjuangan Bung Karno sebagai kesadaran hidup; sebagai energi yang menggerakkan pikiran, membentuk karakter, dan menuntun arah pembangunan.  Koster menambahkan semangat ini sejalan dengan visi pembangunan Bali yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Hal tersebut mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala. “Visi ini berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi yang mengandung enam sumber utama kesejahteraan dan kebahagiaan sejati yaitu Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi,” jelasnya.

Berpijak pada nilai-nilai tersebut, lanjut Koster, maka harus diteguhkan untuk menata kehidupan Bali dengan kesadaran yang utuh. Dengan semangat itu, Bali tidak hanya akan bertahan, melainkan terus bertumbuh sebagai pusat kebudayaan yang berakar kuat, sekaligus memberi makna bagi dunia.  “Dalam kesadaran inilah, kita melangkah bersama; merawat kesinambungan warisan leluhur serta meneguhkan arah masa depan Bali yang ajeg, berdaulat, dan bermartabat,” tambahnya.

Melalui momentum Bulan Bung Karno ini, Koster mengajak masyarakat Bali, terutama generasi muda, agar tidak berhenti bertumbuh; memperkuat kapasitas diri, memperluas wawasan, serta membangun karakter yang tangguh dan berdaya saing. Masa depan Bali sangat ditentukan oleh kualitas manusianya hari ini. Tata kehidupan masyarakat Bali hendaknya terus ditopang nilai-nilai kearifan lokal yang mengakar kuat sebagai jati diri. Kebersamaan, rasa saling menghormati, dan keselarasan dalam bertindak bukan sekadar simbol budaya, melainkan fondasi sosial yang menjaga keutuhan dan kekuatan Bali.

“Dalam dinamika zaman yang terus bergerak, kita tidak boleh kehilangan roh kebersamaan. Semangat bekerja bersama, saling menguatkan, dan berbagi tanggung jawab harus tetap menjadi jalan utama dalam setiap upaya pembangunan. Di sanalah terletak kekuatan kolektif yang menjadikan Bali tetap kokoh dan bermartabat. Dengan keteguhan, keikhlasan, dan komitmen yang berkelanjutan, kita mampu memastikan bahwa Bali tidak hanya berkembang, tetapi juga tetap ajeg dalam nilai dan jati dirinya. Inilah bentuk pengabdian kita dalam menjaga kesinambungan peradaban Bali, demi nindihin Gumi Bali,” pungkas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Acara ini juga ini dihadiri Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun, Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, Bupati dan Wakil Bupati, Seniasih Giri Prasta, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, bupati/walikota se-Bali, ketua DPRD kabupaten/kota se-Bali, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, dan ribuan masyarakat Bali

Bulan Bung Karno Tahun 2026 ini dimeriahkan sejumlah seniman, artis dan band lokal Bali seperti Leeyonk Sinatra, Lolot, Bagus Wirata, dan seniman musik Naluri Manca x Sine x Bali Extreme Drummer. (01)

 

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru