Denpasar, BIG.com
Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi prestasi bartender asal Bali, Gede Rico Hardiana Widnyana, yang berhasil meraih juara dua dunia dalam ajang ‘’The TDuB World Championship – Grand Finals’’ di Las Vegas, Amerika Serikat (AS), pada 4–5 Oktober 2026. Apresiasi tersebut disampaikannya dalam pertemuan di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Senin (26/10/2026) pagi.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Bali didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Ngurah Wiryanata. Gubernur Koster menyatakan mendukung upaya generasi muda Bali agar berprestasi di tingkat internasional, sekaligus memperkenalkan produk lokal, khususnya arak bali, ke masyarakat dunia.

TERIMA BARTENDER – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan bartender asal Bali, Gede Rico Hardiana Widnyana, yang berhasil meraih juara dua dunia dalam ajang ‘’The TDuB World Championship – Grand Finals’’ di Las Vegas, AS.
(BIG.com/ist)
Koster menilai keikutsertaan bartender Bali dalam kompetisi internasional merupakan peluang strategis untuk mempromosikan arak bali melalui pendekatan kreatif. Seni meracik minuman atau mixology serta flair bartending dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan produk lokal dengan tetap mengangkat karakter, nilai budaya, dan identitas Bali.
Gubernur berharap prestasi yang diraih bartender Bali dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan keterampilan, meningkatkan daya saing, dan berani tampil di tingkat internasional. Keberhasilan tersebut juga diharap memperkuat citra arak bali sekaligus membuka peluang promosi dan pengembangan pasar di luar negeri.
Untuk diketahui: tiga bartender asal Bali yakni Gede Rico Hardiana Widnyana, I Wayan Eka Darmawan, dan I Kadek Suniantara, dijadwalkan mengikuti ajang ‘’Food Town Flair Challenge IV’’ di Polandia pada 18–19 November 2026. Ketiganya direncanakan berangkat pada 16 November 2026 dengan membawa misi memperkenalkan kreativitas bartender Bali, sekaligus mempromosikan arak bali ke kancah internasional.
Sebelumnya, Gede Rico Hardiana Widnyana berhasil meraih juara dua dunia dalam ‘’The TDuB World Championship’’ Grand Finals yang berlangsung di Circus Circus Hotel and Casino, Las Vegas, Nevada, AS. Kompetisi tersebut merupakan salah satu ajang Grand Slam World Flair Association yang diikuti 33 peserta dari 18 negara.
Dalam kompetisi tersebut, Bali mengirim dua wakil yakni Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan. Atas prestasinya, Rico berhasil membawa pulang sabuk perak (silver championship belt) serta hadiah sebesar 4.000 dolar AS. Pencapaian tersebut menjadi prestasi membanggakan bagi bartender Bali di panggung internasional.
Rico menyampaikan terima kasih ke Gubernur Bali atas dukungan yang diberikan sehingga dia dapat mengikuti kompetisi di Las Vegas dan mewujudkan impiannya untuk meraih prestasi di tingkat dunia. “Terima kasih kepada Bapak Gubernur Bali atas dukungan, doa, dan support-nya. Berkat dukungan Bapak Gubernur, mimpi saya bisa terwujud,” ungkap Rico.
Dia berharap agar pencapaiannya menjadi inspirasi bagi generasi muda Bali untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani bersaing di tingkat internasional. Rico juga menegaskan komitmennya untuk memperkenalkan arak bali sebagai produk lokal yang memiliki potensi mendunia. “Semangat untuk anak muda, karena Bali itu keren. Arak bali, local to global,” tegasnya.
Selain mengikuti kompetisi, Rico bersama I Wayan Eka Darmawan memanfaatkan kesempatan di Las Vegas untuk memperkenalkan arak bali melalui kegiatan amal yang berlangsung di Circus Circus Hotel. Dalam kegiatan tersebut, keduanya menampilkan kreativitas meracik minuman berbahan arak bali ke peserta dan pengunjung hotel.
Empat botol minuman berbahan arak bali hasil racikan keduanya berhasil dilelang dengan nilai total 400 dolar AS atau sekitar Rp7,22 juta. Seluruh hasil lelang tersebut kemudian disumbangkan untuk kegiatan amal. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana promosi produk lokal Bali melalui pendekatan kreatif dan kegiatan sosial.
Sedangkan Pendiri Doctorbar, Gede Ngurah Udayana, menjelaskan bahwa keikutsertaan bartender Bali di Las Vegas tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dalam kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan arak bali melalui pertunjukan keterampilan meracik minuman dan kegiatan sosial.
Menurut Udayana, penggunaan arak bali dalam berbagai racikan minuman menunjukkan bahwa produk tradisional Bali memiliki potensi untuk dikembangkan dalam industri mixology modern. Kreativitas bartender menjadi salah satu cara untuk memperluas pengenalan produk lokal kepada masyarakat internasional.
Keikutsertaan tiga bartender Bali dalam ‘’Food Town Flair Challenge IV’’ di Polandia diharap dapat melanjutkan capaian positif yang diraih di Las Vegas. Selain mengejar prestasi, partisipasi tersebut menjadi kesempatan untuk semakin memperkenalkan arak bali, menunjukkan kualitas sumber daya manusia Bali, serta mengangkat identitas dan kreativitas lokal di panggung dunia.
Pemprov Bali mendukung pengembangan potensi dan kreativitas generasi muda dalam memperkenalkan produk unggulan daerah. Prestasi bartender Bali di tingkat internasional diharap menjadi bagian dari upaya memperluas promosi arak bali sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. (02)


