Jakarta, BIG.com
Grab mengumumkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence– AI) di ‘’GrabX 2026’’ yakni ajang tahunan Grab yang menampilkan berbagai inovasi produk terbaru. Melalui peluncuran ini, Grab semakin mengembangkan aplikasinya sebagai superapp dan panduan cerdas dalam kehidupan sehari-hari (intelligent everyday guide) bagi jutaan pengguna di Asia Tenggara (Asteng).

PERKENALKAN CARRI – Anthony Tan, Group CEO & Co-Founder Grab, memperkenalkan Carri, robot otonom untuk layanan pengantaran makanan, pada GrabX 2026 di Jakarta pada 8 April 2026.
(BIG.com/ist)
Chief Product Officer Grab Philipp Kandal mengatakan bahwa sebagai pengembang produk (product builder), pihaknya yakin AI seharusnya bekerja paling keras bagi mereka yang paling membutuhkannya. ‘’Saya sangat antusias karena berbagai inovasi yang kami hadirkan di GrabX dirancang seperti memiliki pendamping cerdas dalam keseharian, baik anda seorang konsumen yang membutuhkan bantuan chatbot untuk memilih menu makan siang, mitra pengusaha yang perlu memantau operasional beberapa toko dari jarak jauh, maupun pengemudi yang membutuhkan panduan navigasi tanpa harus memegang ponsel, kami ingin aplikasi Grab menjadi panduan harian (everyday guide) yang menangani tugas-tugas manual, sehingga anda dapat lebih fokus menjalani aktivitas sehari-hari,” tegasnya.

BUKA ACARA – (dari kiri ke nanan): Anthony Tan, Group CEO & Co-Founder Grab; Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia; Maman Abdurrahman, Menteri UMKM Republik Indonesia; dan Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia membuka acara GrabX 2026, yaitu ajang tahunan yang menampilkan berbagai inovasi produk terbaru Grab di Jakarta pada 8 April 2026.
(BIG.com/ist)
Sedangkan Group CEO & Co-founder Grab, Anthony Tan, dalam acara ‘’GrabX’’ ini memperkenalkan driver AI assistant, karena pihaknya memiliki keyakinan kuat bahwa manfaat AI tidak hanya terbatas bagi mereka yang paham cara menggunakannya, dan tidak boleh hanya dinikmati oleh mereka yang mampu membayarnya. Keyakinan ini semakin kuat dan mendesak karena kita hidup di dunia di mana manusia yang tidak memanfaatkan AI sangat mungkin akan tertinggal. ‘’Ini bukan lagi sekadar gambaran masa depan distopia, melainkan realitas yang harus kita hadapi hari ini,’’ tegasnya.
Sedangkan tahun 2025 pihaknya memperkenalkan merchant AI assistant (MAI), asisten kecerdasan buatan AI untuk mitra merchant kami. Sedangkan kali ini ada asisten AI untuk mitra pengemudi. ‘’Saya menyebutnya Coach, karena memang itulah perannya,’’ tambah Anthony Tan.
Pihaknya mengembangkan Coach bersama OpenAI, yang saat ini digunakan oleh lebih dari 500.000 pengemudi. Untuk ke depan, pihaknya akan memperluas penggunaannya ke jutaan pengemudi lain.
Anthony Tan percaya bahwa setiap orang — terlepas dari kemampuan teknis yang dimilikinya — harus memiliki kesempatan untuk ikut dalam gelombang AI ini, bukan justru tersingkir karenanya. ‘’Grab hadir untuk membantu sebanyak mungkin orang untuk bisa ikut di dalamnya. Inilah jalan yang kami pilih, dan inilah cara kami melakukannya,’’ tandas Anthony Tan.
Sebanyak 13 fitur yang diperkenalkan di GrabX tahun ini dirancang untuk mendampingi pengguna sebagai everyday guide untuk mendukung kehidupan lokal sehari-hari (local life), perjalanan yang lebih praktis (effortless travel), serta pemberdayaan usaha (business empowerment). Bagi pengguna, fitur Group Ride memudahkan hingga empat orang untuk berbagi perjalanan dalam satu kendaraan, dengan sistem yang mengatur titik penjemputan dan pembagian ongkos perjalanan secara otomatis. Sedangkan GrabMaps for Consumers turut mendukung mobilitas harian yang lebih praktis dengan membantu pengguna menemukan fasilitas terdekat seperti stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik (electric vehicles – EV) dan area parkir. Fitur GrabMaps ini juga dilengkapi informasi peta dalam ruangan untuk memudahkan navigasi di pusat perbelanjaan maupun gedung.
Bagi wisatawan fitur seperti Personalised Travel Experience dan Discover membantu mengurangi kerumitan saat bepergian dan melewati proses di bandara dengan mudah, mulai dari pengingat jadwal penerbangan dan persyaratan perjalanan seperti kartu kedatangan (arrival card), hingga ulasan dan rekomendasi kuliner lokal yang relevan.
Bagi mitra merchant dan mitra pengemudi Grab, berbagai fitur baru dihadirkan untuk mendukung pemberdayaan usaha. Mitra merchant dapat menggunakan perangkat Virtual Store Manager dan Cloud Printer untuk mengotomatisasi alur kerja di toko. Memanfaatkan teknologi computer vision berbasis AI untuk memantau kebersihan dan kepadatan pelanggan, serta mengoptimalkan pengelolaan pesanan makanan secara otomatis antara area konter dan dapur secara otomatis. Mitra Pengemudi juga dapat menggunakan chatbot, Driver AI Assistant, sebagai pendamping cerdas yang memberikan saran real-time sehingga membantu mereka berkendara lebih efisien dan meningkatkan pendapatan harian.

FOTO BERSAMA – Anthony Tan, Group CEO dan Co-Founder Grab (keenam dari kiri); Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (ketujuh dari kiri); Maman Abdurrahman, Menteri UMKM Republik Indonesia (ketujuh dari kanan); dan Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia (keenam dari kanan); berfoto bersama Mitra Pengemudi Grab pada acara GrabX 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 8 April 2026.
(BIG.com/ist)
Seluruh fitur baru ini didukung Grab Intelligence Layer, suatu infrastruktur AI dari Grab yang dikembangkan berdasarkan informasi dari 20 miliar perjalanan dan pesanan di dalam platform. Melalui teknologi ini, berbagai kondisi lapangan seperti dampak hujan terhadap lalu lintas hingga aktivitas real-time di toko Mitra Merchant — menjadi fitur yang memudahkan pengambilan keputusan dan mengurangi pekerjaan manual.
Sebagai everyday guide, Grab hadir untuk membantu pengguna menjalani aktivitas di kota dengan lebih mudah serta mengurangi beban mental dalam mengambil keputusan sehari-hari: 1.Group Ride membantu penumpang menghemat hingga 40% dibanding perjalanan sendiri, terutama jika rute yang dituju searah atau serupa dengan penumpang lain. Sistem AI Grab akan mengatur perjalanan menjadi lebih efisien, sementara tarif setiap penumpang dihitung berdasarkan jarak tempuh, kondisi lalu lintas, serta durasi perjalanan. Pengguna dapat berbagi perjalanan dengan lebih fleksibel, baik dari titik jemput berbeda ke tujuan yang sama, atau sebaliknya. Fitur waiting room juga segera hadir untuk membantu anggota grup perjalanan saling status kesiapan dan memantau posisi kendaraan secara real-time. 2.Grab More hadir menjawab dilema yang sering terjadi: ketika seorang pengguna dengan pasangan atau temannya ingin memesan makanan yang berbeda sehingga harus membayar dua ongkos kirim. Dengan Grab More pengguna dapat menambah pesanan dari merchant lain yang berdekatan ke dalam satu pengantaran — baik sebelum maupun sesudah checkout — tanpa ongkos kirim tambahan, tanpa minimum pembelian, dan tanpa biaya untuk pesanan kecil. Sistem AI Grab kemudian akan mengatur agar semua pesanan tiba dalam waktu yang bersamaan. 3.Grab AI Assistant hadir sebagai asisten pribadi berbasis AI yang menggabungkan dikembangkan model AI terdepan, serta didukung pemahaman mendalam Grab terhadap kebiasaan dan preferensi pengguna. Tujuannya sederhana yaitu mengurangi beban sehari-sehari dan membantu pengguna menyelesaikan berbagai kebutuhan. Misalnya, untuk merencanakan acara tim, cukup sampaikan jumlah peserta, preferensi, dan pantangan makanan yang dipesan dan AI akan merekomendasikan restoran dan melakukan reservasi dalam satu percakapan. Asisten ini memberi rekomendasi, baik untuk layanan pesan-antar makanan maupun makan di tempat. Ingin membeli bahan makanan untuk seminggu? Gunakan Grab Shopping Agent agar tidak perlu mencari barang satu per satu. Kirim foto, pesan suara, atau ketik daftar belanja, dan aplikasi ini akan membuat keranjang belanja yang sudah siap untuk dibayar, dengan mencari di berbagai merchant, serta dilengkapi rekomendasi pengganti yang cerdas. 4. GrabMaps for Consumers: sebagian besar aplikasi peta hanya memberitahu penggunanya cara menuju suatu tempat. GrabMaps membantu pengguna menentukan kapan harus berangkat, cara menuju ke sana, dan apa yang harus dilakukan saat tiba. Fitur perencana perjalanan pun terintegrasi dengan kalender pengguna, memprediksi tujuan berdasarkan riwayat perjalanan, dan memungkinkan pengguna untuk membandingkan berbagai opsi perjalanan secara berdampingan — antara estimasi waktu penjemputan dan biaya untuk perjalanan dengan Grab, atau estimasi waktu tempuh dan biaya tol jika pengguna berkendara sendiri. Informasi ketersediaan parkir secara real-time, lokasi pengisian daya EV, dan jadwal transportasi umum pun tersedia untuk memastikan pengguna dapat tiba dengan persiapan matang, dan tidak terburu-buru. Di dalam mal dan gedung, navigasi dalam ruangan juga memandu pengguna ke toko atau pintu masuk yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Dan dengan custom voice, fitur petunjuk arah dapat memakai suara sendiri atau suara lain yang disukai oleh pengguna, karena setiap perjalanan seharusnya terasa lebih personal. 5.Cash Loan menghadirkan layanan kredit yang bertanggung jawab dan mudah diakses bagi konsumen yang paling membutuhkannya, termasuk jutaan orang di seluruh Asteng yang baru pertama kali mengajukan kredit atau memiliki riwayat keuangan yang terbatas. Dengan memanfaatkan data internal Grab dan proses penilaian kredit berbasis AI, pengguna yang memenuhi syarat dapat memilih jumlah pinjaman, menyesuaikan rencana pembayaran yang sesuai dengan anggaran mereka, dan mendapatkan keputusan dalam hitungan detik, semua melalui aplikasi Grab. Hal tersebut bisa didapatkan tanpa dokumen tambahan, tanpa waktu tunggu, dan tanpa stres tambahan saat menghadapi pengeluaran tak terduga.

SWAFOTO BERSAMA – Dalam ajang ‘’GrabX 2026’’, mitra pengemudi berkesempatan swafoto bersama (dari kiri ke kanan): Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia; Maman Abdurrahman; Menteri UMKM Republik Indonesia Airlangga Hartarto; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia; dan Anthony Tan, Group CEO dan Co-Founder Grab di Jakarta pada 8 April 2026.
(BIG.com/ist)
Komitmen Grab untuk menjadi ‘’Your Everyday Guide’’ tidak berhenti di perbatasan. Dengan lebih dari 200 juta penumpang yang melintasi bandara-bandara di Asteng setiap tahun, Grab kini memperluas perannya dari sekadar membantu kebutuhan perjalanan individu menjadi penyedia pengalaman perjalanan yang lebih menyeluruh.
Pengalaman perjalanan yang di personalisasi menjadikan Grab sebagai pendamping perjalanan, mulai dari saat pengguna berangkat dari rumah hingga saat mendarat dan keluar dari bandara. Grab mengumpulkan semua informasi dan pengingat yang dibutuhkan dalam satu tempat—mulai dari pengingat paspor dan informasi konter check-in hingga pembaruan gerbang keberangkatan dan pemberitahuan perubahan penerbangan. Daftar periksa perjalanan juga memastikan kebutuhan penting seperti eSIM dan travel pass dapat diakses hanya dalam satu tap jari. Saat tiba, Grab akan menyambut di tujuan dengan navigasi dalam ruangan yang memandu langkah demi langkah ke area pengambilan bagasi yang tepat serta titik penjemputan. GrabStays adalah layanan pemesanan hotel yang dikembangkan dalam rangkaian program Partner Apps Grab. Bekerjasama dengan Nuitee, suatu ekosistem hotel berfokus pada AI, GrabStays sangat cocok untuk pemesanan mendadak. Layanan ini menawarkan harga kompetitif untuk pemesanan pada hari yang sama, ditambah keuntungan tambahan berupa GrabCoin. Dengan informasi data yang sudah terisi, termasuk metode pembayaran pilihan, penyelesaian pemesanan menjadi semudah memesan perjalanan bersama Grab. Setelah dipesan, sisa perjalanan menjadi lebih terintegrasi — dengan pemesanan perjalanan ke dan dari hotel yang hanya dilakukan dalam satu tap. Discover by Grab adalah panduan bagi pengguna untuk menikmati hidangan lezat, baik saat baru tiba di sebuah kota baru maupun saat menjelajahi lingkungan sekitar tempat tinggal. Temukan konten kuliner otentik yang dibuat oleh komunitas dari orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama. Di balik layar, AI Grab mempelajari apa yang disukai oleh pengguna, dan menampilkan rekomendasi tersebut di bagian atas. Kini pengguna bisa menyimpan, sukai, bagikan, dan kontribusikan temuan sendiri untuk membantu sesama wisatawan dan warga sekitar menemukan tempat makan yang lezat. Setelah menemukan tempat makan yang diinginkan, pengguna bisa langsung memesan dalam satu alur—mulai dari memesan untuk delivery, reservasi meja, menukarkan penawaran DineOut, memesan perjalanan ke lokasi, hingga melakukan pembayaran langsung di aplikasi.Dengan GrabPay for Travel, pengguna tidak perlu lagi bingung memikirkan cara membayar saat bertransaksi. Di banyak merchant di Asia Tenggara, pembayaran melalui kode QR sudah umum digunakan, namun tidak semua menerima kartu kredit. Melalui GrabPay for Travel, pengguna cukup memindai kode QR nasional yang didukung, lalu langsung membayar menggunakan kartu debit atau kredit dari negara asal yang tersimpan di aplikasi Grab, tanpa perlu mengunduh aplikasi baru, tanpa harus isi ulang dompet digital, dan tanpa sisa saldo mata uang asing. (01/r)
