Denpasar, BIG.com
Generasi muda Hindu saat ini menghadapi persoalan serius di bidang ekonomi. Hal itu tercermin dari rendahnya UMR dalam negeri (sekitar Rp3 juta), sehingga sekitar 9 ribu hingga 10 ribu pemuda Bali berbondong-bondong bekerja ke luar negeri setiap tahun. Hal ini tentu saja berdampak pada ketahanan ekonomi, pendidikan, dan budaya setempat. Dosen UHN IGB Sugriwa, Denpasar, Prof.I Gede Sutarya mengungkapkan hal itu dalam Seminar Nasional Dharma Santhi Nyepi Tahun Saka 1948/2026 di Kampus Unhi, Denpasar, Senin (6/4/2026).
Dia menambahkan terbalik dengan fakta tersebut, kunjungan kunjungan wisatawan domestik ke Bali mencapai 7 juta/tahun dan wisman mencapai 10 juta per tahun. Namun pekerjaan yang diciptakan dari budaya dan alam Bali justru bocor ke pekerja luar Bali.
Pembicara lain, Dirut BPR Kanti Made Arya Amitaba menceritakan pengalaman upayanya membesarkan BPR Kanti. Dia berpesan agar anak muda Hindu jangan takut dengan lembaga keuangan. Dengan catatan jangan konsumtif. Pemuda Hindu ke depan juga harus mampu jadi pemimpin sebagai orkestrasi meramu segala sumber daya yang ada.

SEMINAR – Seminar Nasional Dharma Santhi Nyepi Tahun Saka 1948/2026 di Kampus Unhi, Denpasar, Senin (6/4/2026).
(BIG.com/ist)
Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya (WBT) berharap seminar nasional bertema ‘’Mewujudkan Ketahanan Generasi Muda Hindu: Antara Kebutuhan Ekonomi, Identitas, dan Pendidikan” ini membantu menyiapkan generasi muda Hindu dalam mewujudkan Indonesia Raya. Caranya dengan mencetak generasi muda Hindu yang tahan terhadap berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.
WBT juga berpesan ke generasi muda Hindu agar mengimplementasikan Panca Satya, ajaran lima jenis kesetiaan dan kejujuran yang berakar dari konsep Satya (kebenaran). Menurutnya, penerapan Panca Satya sangat penting bagi pemimpin, siswa, dan remaja Hindu, sebagai pedoman etika dan integritas dalam kehid
Sedangkan, Rektor Unhi Dr.Cokorda Gde Bayu Putra S.E., M.Si., menyampaikan bahwa seminar nasional ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi Unhi. Seminar dapat menjadi ruang diskusi yang menarik. Apalagi pada momen perkuliahan, sehingga mahasiswa mendapat banyak informasi penting.
Seminar ini juga menyertakan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa (Ni Luh Enik Ermawati) sebagai pembicara kunci, Ketua Umum Panitia Dharma Santi Nasional Marsda TNI (Purn.) Made Susila Adnyana, didampingi Wakil Ketua Umum Panitia I Nyoman Kenak, S.H., serta Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Kolonel Purn. Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H. (02)



