Donor Darah Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Denpasar, BIG.com

Untuk menjadi pendonor darah tidaklah gampang. Syaratnya: kita harus sehat jasmani dan rohani, berusia 17 tahun – 60 tahun (atau 65 tahun untuk pendonor rutin), berat badan minimal 45 kg, tekanan darah normal, dan kadar Hb 12,5–17 g/dL. Khusus pendonor harus sehat fisik dan tidak memiliki penyakit menular seperti HIV, hepatitis, sifilis, diabetes, atau penyakit jantung.

Sedangkan persiapan penting yang mesti dilakukan yakni tidur cukup (minimal 5 jam), sarapan, minum air putih yang cukup, dan tidak mengonsumsi obat dalam tiga hari terakhir. Pemulihan: istirahat 10 menit – 15 menit setelah donor, nikmati makanan ringan, dan minum banyak air putih untuk membantu pemulihan stamina. Hindari aktivitas fisik berat atau mengangkat beban berat selama 12 jam.

Yang jelas, banyak hal yang diperoleh jika kita rutin mendonorkan darah. Selain untuk diri sendiri, juga membantu orang lain yang membutuhkan darah.

Menurut BMJ Journa, donor darah menawarkan efek perlindungan jangka panjang terhadap penyakit kardiovaskular. Namun efek ini hanya terlihat pada wanita dan bukan pada pria. Kegiatan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah hingga mencegah penyumbatan arteri. Rajin mendonorkan darah kira-kira mampu menurunkan risiko serangan jantung hingga 88 persen.  Mendonorkan darah juga bisa meminimalkan risiko kanker, stroke, dan serangan jantung. Donor darah pun bisa membuat kadar zat besi dalam darah jadi stabil.

Sebelum donor darah, seseorang mesti melewati sejumlah pemeriksaan. Prosedur standarnya adalah pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit serius. Tes yang perlu lakukan yakni seperti HIV, sifilis, hepatitis B, hepatitis C, hingga malaria. Tujuannya mencegah penularan penyakit melalui transfusi darah. Prosedur ini juga menjadi “lampu kuning” bagi pendonor agar lebih memperhatikan kondisi kesehatannya sendiri. Jika terdeteksi gangguan, mereka bisa segera memeriksakan diri.

 

DONOR DARAH – Pendonor darah harus sehat jasmani dan rohani setiap mendonorkan darahnya.
(BIG.com/dok)

Donor darah bukan berarti bisa mengurangi kadar darah. Kegiatan kemanusiaan ini bisa meningkatkan produksi sel darah merah. Setelah melakukannya, sel darah memang akan berkurang. Namun sumsum tulang belakang segera memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan yang hilang. Proses ini akan memakan waktu beberapa minggu. Seseorang yang mendonorkan darahnya secara teratur, tubuhnya akan menstimulasi pembentukan darah baru yang segar. Proses ini bisa membuat kamu menjadi lebih sehat.

Menurut penelitian dari Mental Health Foundation, donor darah juga bisa menjaga kesehatan emosi. Cara ini dapat mengurangi tingkat stres hingga membantu menghilangkan perasaan negatif. Donor darah juga menimalisir kanker, termasuk kanker hati, paru-paru, usus besar, perut, dan tenggorokan

Selain beberapa poin tersebut, menurut Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta,  donor darah juga dapat memberi manfaat lain seperti: Memaksimalkan kapasitas organ paru-paru, meningkatkan kinerja organ ginjal dalam membuang limbah, meningkatkan kesehatan psikologis atau mental, membantu melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh, meningkatkan volume darah dalam paru-paru, menurunkan zat seng berlebihan di dalam darah, menghilangkan kaku di pundak dan untuk mengetahui lebih lanjut tentang tipe darah seseorang.

Sebaiknya konsultasi ke dokter sebelum mendonorkan darah, khususnya jika mengidap kondisi medis tertentu. Tujuannya memastikan kondisi kesehatan diri sendiri maupun seseorang yang menerima donor. (01/berbagai sumber)

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru