Dharma Santi Nasional di Bali Sukses, Ketum Sebut Berkat Semua Komponen

 Denpasar, BIG.com

Puncak Dharma Santi Nasional di panggung terbuka Ardha Candra, Art Center-Taman Budaya, Denpasar, pada Jumat (17/4/2026) berlangsung aman, lancar, dan sukses. Hal itu membuat Ketua Umum (Ketum) Marsda TNI (Purn.) I Made Susila Adnyana, lega sekaligus menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam even nasional yang mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju.” ini.

Dia menambahkan lancarnya Dharma Santi Nasional juga tak terlepas dari dukungan para tokoh, pemimpin agama, aparat keamanan, masyarakat luas, Pemprov Bali, pemkot/pemkab seluruh Bali, para dermawan, termasuk mahasiswa dan KMHDI. ‘’Saya juga menyampaikan terima kasih tak terhingga atas peran-serta semua unsur panitia yang sejak dari awal bekerja saling-bahu membahu, mengawal seluruh rangkaian Dharma Santi Nasional hingga puncaknya di Bali,’’ tegas Danseskoau, Lembang, Bandung, periode 2024-2025 ini.

I Made Susila juga memohon maaf kepada seluruh umat kalau ada yang kurang dan terlewatkan dalam acara ini. ‘’Jika ada warga yang merasa tersinggung atau tidak terlayani dengan baik, itu semua karena keterbatasan kami sebagai Panitia Dharma Santi Nasional hari suci Nyepi Tahun Saka 1948. Hal itu nanti sebagai bahan evaluasi panitia untuk memperbaiki acara yang sama pada masa mendatang,’’ tegasnya.

PENYAMBUTAN – Tari penyambutan yang dipentaskan saat puncak Dharma Santi Nasional di panggung terbuka Ardha Candra, Art Center-Taman Budaya, Denpasar, pada Jumat (17/4/2026).

(BIG.com/ist)

I Made Susila menambahkan bahwa rangkaian perayaan Dharma Santi Nasional Nyepi 2026 ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial, spiritual, dan budaya, di seluruh Indonesia. “Rangkaian kegiatan Nyepi tahun ini tidak hanya berpusat pada perayaan keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata seperti bakti sosial, pelayanan kesehatan, yoga massal, kegiatan keagamaan, hingga parade budaya yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas di berbagai daerah,” tegas pria kelahiran Tabanan tersebut.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tersebut yakni peluncuran Dharma Santi Nasional 2026 dan perayaan Siwaratri di Candi Prambanan (pada Sabtu, 17 Januari 2026), perayaan Maha Siwaratri dan penanaman pohon serentak se-Indonesia (Minggu, 15 Februari 2026), bhakti sosial dan pelayanan kesehatan di Aceh (25–27 Februari 2026), Saka Boga Sevaman serentak (1 Maret 2026), Makerti Ayuning Danu di Danau Beratan, Baturiti, Tabanan, dan Danau Batur, Kintamani, Bangli (8 Maret 2026), Malasti serentak (15 Maret 2026), donor darah serentak (1 Maret 2026), Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan (18 Maret 2026), perayaan hari suci Nyepi serentak (19 Maret 2026), Seminar Nasional di Bali (6 April 2026), serta Saka Yoga Festival di Jakarta (11 April 2026).

SAMPAIKAN LAPORAN – Ketua Umum (Ketum) Marsda TNI (Purn.) I Made Susila Adnyana saat menyampaikan laporan pada puncak Dharma Santi Nasional di panggung terbuka Ardha Candra, Art Center-Taman Budaya, Denpasar, pada Jumat (17/4/2026).

(BIG.com/ist)

Sedangkan Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya saat puncak Dharma Santi Nasional menegaskan pentingnya persatuan dalam keberagaman melalui semangat Vasudhaiva Kutumbakam. Dia menyebut kegiatan melibatkan berbagai elemen sebagai simbol persatuan. “Kegiatan hari ini luar biasa. Melibatkan lintas komponen, umat dan lintas umat beragama.” tambahnya.

Mantan Danjen Kopassus ini juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momentum Nyepi sebagai refleksi bersama dalam memperkuat persatuan nasional. “Kita semua umat se-dharma, lintas iman lintas agama menyatukan kekuatan untuk menuntaskan berbagai masalah bangsa,” tambah mantan Danjen Kopassus tersebut.

Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha menyebut Nyepi memberi pelajaran berarti. Dia mengungkapkan bahwa nilai Karma Yoga (bertindak tanpa keterikatan), Dhyana Yoga (pengendalian diri), dan Bhakti Yoga (berserah diri). sebagai salah satu ekspresi kebudayaan yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga sarat makna filosofis dan nilai universal. “Nilai-nilai yang kita refleksikan ini
sesungguhnya tidak hanya hidup dalam satu tradisi, tetapi hadir dalam berbagai kebudayaan dengan nama yang berbeda,” tegasnya.

Giring menambahkan bahwa pelaksanaan Nyepi menjadi contoh bagi dunia dalam mengembalikan keseimbangan alam dan lingkungan. “Di saat banyak negara masih berupaya
mendorong kesadaran lingkungan melalui gerakan seperti Earth Hour, masyarakat Bali telah lama memberi contoh nyata luar biasa,” tandasnya.

PEJABAT DAN TOKOH  – Sebagian tokoh dan pejabat yang hadir saat puncak Dharma Santi Nasional di panggung terbuka Ardha Candra, Art Center-Taman Budaya, Denpasar, pada Jumat (17/4/2026).

(BIG.com/ist)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan hari raya Nyepi memiliki pesan yang sangat penting, bukan hanya untuk umat Hindu, tetapi juga untuk seluruh umat manusia. Di tengah dunia yang penuh hiruk-pikuk dan percepatan perubahan, Pratikno menilai manusia perlu mengambil jeda untuk hening, merenung, dan menemukan kembali arah hidup. “Nyepi itu sangat relevan dalam dunia yang penuh kebisingan.  Dengan keheningan, kita belajar mengendalikan diri di tengah ributnya dunia,” jelasnya.

Acara ini juga dihadiri Kepala BPIP RI, Wamenpar Ni Luh Enik Ermawati (Ni Luh Puspa), Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Isyana Bagoes Oka, Gubernur Bali Wayan Koster, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Bali, serta tokoh adat dan agama. (01)

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru