Bunda PAUD Gianyar Tekankan Pendidikan Ramah Anak

Gianyar, BIG.com

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Gianyar memonitor (memantau) Penguatan Transisi PAUD ke SD Genta Saraswati dan SD Kiddos Elementary School, Gianyar, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses transisi PAUD ke jenjang SD berjalan secara menyenangkan, bertahap, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Pemantauan juga dirangkaikan dengan kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Suasana peringatan kemerdekaan di lingkungan sekolah dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai nasionalisme, kebersamaan, serta semangat gotong royong, ke anak-anak sejak usia dini.

Melalui Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal ini, satuan pendidikan didorong menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, sehingga peserta didik dapat beradaptasi dengan suasana SD tanpa tekanan dan tetap menikmati proses belajar.

SERAHKAN BINGKISAN – Bunda PAUD Gianyar Dr.Surya Adnyani Mahayastra menyerahkan bingkisan tas kepada anak didik saat memonitor Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal di SD Genta Saraswati dan SD Kiddos Elementary School, Gianyar, Rabu (26/8/2026).

(BIG.com/ist)

Bunda PAUD Gianyar Dr.Surya Adnyani Mahayastra pada Kamis (27/8/2026) mengatakan pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan penguatan transisi dari PAUD ke jenjang SD, sekaligus memantau perkembangan anak-anak di lingkungan sekolah.’’Kami setiap tahun memiliki program MPLS di tujuh kecamatan,” tegasnya.

Menurut Surya Adnyani, Pemkab Gianyar memberi perhatian terhadap sektor pendidikan secara menyeluruh, mulai dari jenjang TK dan PAUD hingga pendidikan dasar, baik sekolah negeri maupun swasta. “Ini bukan saingan, tetapi kami bersama-sama menyediakan pendidikan bagi anak-anak Gianyar. Kami patut bangga karena pondasi generasi bangsa dimulai dari pendidikan tingkat PAUD hingga jenjang berikutnya,” ungkap tegas Surya Adnyani.

Dalam monitoring tersebut, dia juga melihat proses transisi anak dari PAUD menuju SD. Menurutnya, komunikasi antara orang tua, anak, dan guru, menjadi hal penting dalam mengetahui perkembangan serta kebutuhan masing-masing anak.

Istri Bupati Mahayastra ini mendorong penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Tujuh kebiasaan tersebut yakni: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Orang tua juga diingatkan untuk mengawasi dan mengontrol penggunaan teknologi, khususnya telepon selular (HP), agar tidak mengganggu tumbuh kembang dan proses belajar anak.

Surya Adnyani menegaskan pendidikan anak usia dini perlu dilaksanakan secara holistik dan integratif dengan memperhatikan berbagai kebutuhan dasar anak, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi. Pelayanan tersebut diberikan tanpa membedakan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus atau dalam pendidikan inklusif.

“PAUD holistik integratif bukan hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi juga pemenuhan layanan dasar anak, termasuk kesehatan dan kebutuhan gizi mereka. Semua anak harus mendapat perhatian dan kesempatan yang sama, baik anak yang berkembang secara umum maupun anak dalam pendidikan inklusif,” jelasnya.

Surya Adnyani juga menegaskan bahwa kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), tidak menjadi persyaratan wajib bagi anak untuk masuk SD dan tidak seharusnya menjadi beban bagi peserta didik di kelas awal. Proses pembelajaran perlu dilakukan secara bertahap, menyenangkan, dan disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak.

Berbagai program turut mendukung penguatan transisi PAUD ke SD di Gianyar. Program tersebut yakni Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Gelari Gianyar Wajar (Gerakan Gianyar Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah), Bunda Sayang Anak Inklusif (Sains), Seragam Gratis PAUD Negeri (Sergap Negriku), Bunda Gianyar Pandai, Pemberian Makanan Tambahan Gizi Seimbang Stunting Berkurang (PMT Girang), penerbitan Komik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pemberian sarana penunjang pembelajaran serta field trip atau pembelajaran di luar kelas.

Dalam kesempatan tersebut, turut diberikan bantuan sarana penunjang pembelajaran berupa tas sekolah, tumbler, dan kotak makan, ke 100 anak, serta pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak inklusif. Berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Gianyar dalam menciptakan layanan pendidikan yang ramah anak, inklusif, sehat, dan menyenangkan sejak jenjang PAUD hingga SD. (02)

 

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru