Denpasar, BIG.com
PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan dan mengoptimalkan distribusi BBM jenis pertalite untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus mempercepat penguraian antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU, khususnya di Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung.
Meningkatnya antrean di sejumlah SPBU ini merupakan kondisi sementara yang dipengaruhi penyesuaian stok di beberapa titik suplai. Untuk mengatasinya, Pertamina melakukan percepatan pasokan, meningkatkan penyaluran, serta mengatur prioritas distribusi berdasarkan kebutuhan dan kondisi stok di masing-masing wilayah.

ANTRE BELI BBM – Sejumlah warga yang antre membeli BBM jenis pertalite maupun pertamax di satu SPBU di dekat Tukad Mati di Jl.Gatot Subroto Barat, Denpasar, pada Jumat (28/8/2026) sore.
(BIG.com/ist)
Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, Jumat (28/8/2026), menyampaikan bahwa Pertamina menyiapkan langkah mitigasi secara terukur dengan memperkuat pasokan dari terminal BBM dan mengoptimalkan distribusi hingga ke SPBU. “Kami memahami ketidaknyamanan masyarakat akibat antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Pertamina bergerak cepat dengan memperkuat pasokan dan mengatur distribusi secara lebih terarah agar stok di SPBU dapat segera dipulihkan. Prioritas kami memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan penyaluran pertalite merata,” tegas Ahad.
Sebagai langkah konkret, pada Kamis (27/8/2026), Pertamina meningkatkan penyaluran pertalite menjadi 2.300 KL atau meningkat 700 KL dibanding penyaluran pada hari sebelumnya yang sebesar 1.600 KL melalui IT Manggis, Karangasem, dan FT Sanggaran, Denpasar Selatan. Peningkatan penyaluran tersebut diperkuat dengan kedatangan pasokan baru. MT Green Plus membawa 22 juta liter pertalite dan 10 juta liter pertamax menuju IT Manggis, dengan estimasi tiba pada Jumat (28/8/2026) pukul 16.00. Sedangkan MT Lineo membawa 2,2 juta liter pertalite menuju FT Sanggaran, dengan estimasi tiba pada pukul 14.00.
Untuk memperkuat pasokan pertalite di Kota Denpasar, Pertamina menyiapkan operasional FT Sanggaran selama 24 jam guna mempercepat penyaluran ke SPBU. Langkah ini dilakukan dengan pemantauan kondisi stok dan penyaluran secara intensif, serta penguatan koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU. Optimalisasi penyaluran akan terus dilakukan hingga ketersediaan BBM di SPBU kembali normal dan antrean masyarakat segera terurai. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pertamina untuk mempercepat pemulihan stok di SPBU, sekaligus mengurai antrean secara bertahap melalui penguatan pasokan dari terminal, optimalisasi operasional terminal, serta percepatan distribusi menggunakan mobil tangki ke SPBU.

LAYANI WARGA – Petugas SPBU melayani warga yang membeli BBM di salah satu SPBU.
(BIG.com/ist)
“Kami tidak hanya menambah pasokan, tetapi juga mengatur ke mana pasokan tersebut harus diprioritaskan agar dampaknya segera dirasakan masyarakat. Setelah pasokan masuk ke terminal, kami optimalkan operasional dan distribusi selama 24 jam untuk mempercepat pengisian kembali stok SPBU, khususnya di Denpasar,” tambah Ahad.
Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Pertamina juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebih, sehingga ketersediaan stok dapat terjaga dan distribusi BBM dapat berlangsung secara optimal serta merata. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan operasional Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Keperluan BBM meningkat
Untuk diketahui selama Agustus ini antrean panjang pembelian pertalite terjadi di sejumlah SPBU di Denpasar, Badung dan Tabanan. Meningkatkan aktivitas masyarakat untuk bepergian dengan naik kendaraan pribadi mengakibatkan keperluan BBM terus meningkat. Akibat kekurangan BBM ini, banyak SPBU yang tidak melayani pertalite. Menghadapi hal itu, warga terpaksa membeli BBM yang harganya lebih mahal yakni pertamax.
Pembelian BBM jenis pertalite ini tak hanya ramai pada pagi hari, namun juga hingga larut malam. Bahkan SPBU yang buka 24 jam ‘’diserbu’’ warga hanya untuk mendapatkan pertalite, kendati harus begadang. ‘’Pertalite dimana-mana habis, saya terpaksa antre hingga larut malam,’’ ujar Komang Jaya, warga Denpasar.
Dia menambahkan jika membeli BBM pada pagi, terlebih saat jam-jam sibuk, antrean pasti sangat panjang hingga meluber ke jalan raya dan berisiko menyebabkan kemacetan, bahkan kecelakaan. ‘’Lebih baik beli BBM malam hari agar tidak kepanasan kalau lama antre pada siang atau sore hari,’’ ujar Ketut Arini, menambahkan.
Dia berharap agar lebih banyak SPBU yang buka 24 jam atau hingga dini hari sehingga warga bisa membeli BBM kapan saja. ‘’Kalau sekarang hanya beberapa saja SPBU buka 24 jam,’’ tambah Arini, yang membeli BBM di SPBU Teras Ayung di Jalan Gatot Subroto, Dentim.
Pantauan BIG.com di satu SPBU di dekat Tukad Mati di Jl.Gatot Subroto Barat, Denpasar, pada Jumat, sejumlah sepeda motor antre membeli pertalite hingga petang. SPBU yang biasanya tidak terlalu banyak pembeli ini, sekarang jadi ramai sehingga pemilik SPBU mesti mengatur antrean kendaraan dengan memasang pengaman. Yang jelas permintaan pertalite tetap tinggi karena warga sekarang lebih banyak beraktivitas di luar rumah, tidak seperti saat pandemi covid-19 lalu dimana warga banyak bekerja dari rumah (WFH) atau juga lewat online. (01)


