Terima Banggar DPR RI, Gubernur Bali Dorong Dukungan APBN untuk Infrastruktur Strategis

Denpasar, BIG.com
Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Syarief Abdullah Alkadrie di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (2/10).
Dalam pertemuan itu, Gubernur Koster mendorong peningkatan dukungan pemerintah pusat melalui transfer ke daerah (TKD) dan APBN untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Pulau Dewata. Dukungan tersebut dinilai penting mengingat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata internasional sekaligus salah satu daerah yang memberi kontribusi besar bagi penerimaan devisa negara.

TERIMA KUNKER BANGGAR – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Syarief Abdullah Alkadrie di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar.

(BIG.com/ist)

Koster menyampaikan apresiasi atas kunjungan Banggar DPR RI tersebut karena menjadi momentum untuk menyampaikan secara langsung karakteristik, kebutuhan, dan tantangan pembangunan Bali ke DPR RI. Gubernur Koster menjelaskan bahwa pembangunan Bali memiliki karakteristik khusus karena merupakan satu kesatuan wilayah yang mengintegrasikan alam, manusia, dan kebudayaan. Pembangunan dilaksanakan dengan prinsip “Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola”, sejalan dengan semangat ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Karena itu, kebutuhan pembangunan Bali tidak dapat dihitung hanya berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah, tetapi juga harus mempertimbangkan beban Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.
Sepanjang tahun 2025, Bali menerima sekitar 16,3 juta kunjungan wisatawan, yang terdiri atas sekitar 7,05 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 9,28 juta wisatawan domestik (wisdom). Pada tahun 2024, devisa pariwisata Bali tercatat sekitar Rp176 triliun atau sekitar 55 persen daripada total devisa pariwisata Indonesia sebesar Rp319,9 triliun.
“Kontribusi yang besar ini tentu harus diikuti dengan dukungan pembangunan yang memadai. Bali membutuhkan infrastruktur yang mampu menjaga kualitas pariwisata, sekaligus memberi pelayanan yang baik ke masyarakat,” tegas Koster.
Menurut dia, pertumbuhan pariwisata harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas jalan dan transportasi publik, ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah, energi, pelabuhan, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya. Bali saat ini menghadapi sejumlah tantangan seperti kemacetan, keterbatasan transportasi publik dan air bersih, persoalan sampah, serta kesenjangan pembangunan antara kawasan Bali Selatan/Sarbagita dengan wilayah lainnya.
Karena itu Gubernur Koster berharap agar alokasi transfer pusat ke daerah untuk Bali ditingkatkan, khususnya untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis yang memiliki dimensi kepentingan nasional.

“Kebutuhan pembangunan infrastruktur Bali memiliki dimensi nasional, bukan hanya kepentingan daerah,” tegasnya.
Sejumlah infrastruktur yang membutuhkan dukungan APBN antara lain pembangunan dan peningkatan jalan nasional serta konektivitas antarkawasan; konektivitas Singaraja–Mengwi; Jalan Lingkar Bali; konektivitas Klungkung–Karangasem dan Karangasem–Buleleng; konektivitas Nusa Penida dan jembatan Nusa Ceningan–Nusa Lembongan; serta pengembangan infrastruktur pelabuhan dan angkutan logistik di Celukan Bawang, Sangsit, Amed, dan Gunaksa.
Selain konektivitas, Gubernur Koster menekankan pentingnya dukungan terhadap penyediaan air bersih melalui SPAM Telagawaja, Bendungan Sidan, dan Bendungan Titab; pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir; serta pengembangan energi bersih. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk menjaga kualitas lingkungan, sekaligus mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan.
Koster juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus mendorong pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi di seluruh Bali, tidak hanya terkonsentrasi di Bali Selatan. “Pembangunan konektivitas Bali Utara, Bali Timur, Bali Tengah, dan Bali Barat, menjadi sangat penting untuk menciptakan pemerataan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.

Menurut Koster, orientasi pembangunan Bali bukan semata-mata meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, melainkan menjaga kualitas dan keberlanjutan pariwisata. “Kami tidak hanya ingin mengejar jumlah wisatawan, tetapi ingin membangun pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, bermartabat, dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Sedangkan Wakil Ketua Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie menjelaskan bahwa kunjungan kerja mereka bertujuan menghimpun masukan, saran, dan rekomendasi, mengenai kebijakan penerimaan serta pengalokasian transfer ke daerah dalam APBN. Syarief menampik anggapan adanya penurunan alokasi transfer dari pemerintah pusat ke daerah. Menurutnya, sebagian anggaran dialokasikan melalui program-program strategis nasional yang manfaatnya langsung dirasakan daerah, termasuk dukungan pembiayaan PPPK paruh waktu dan pembangunan infrastruktur melalui mekanisme instruksi presiden (inpres).
Banggar DPR RI mengapresiasi paparan Gubernur Bali mengenai karakteristik, potensi, dan tantangan pembangunan Bali. Bali dinilai memiliki posisi strategis bagi perekonomian nasional, khususnya melalui sektor pariwisata. Upaya Pemprov Bali mempertahankan pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan, juga mendapat dukungan karena keberlanjutan pariwisata sangat bergantung pada kualitas lingkungan, infrastruktur, pelayanan, serta kelestarian budaya Bali. (01)

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru