Maumere, BIG.com
Jajaran TNI merespons cepat menangani dampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. Guncangan kuat yang berpusat di sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut dirasakan di sejumlah wilayah dan sempat memicu kepanikan masyarakat.
Merespons kondisi tersebut, Kodam IX/Udayana langsung menggerakkan jajarannya di wilayah terdampak untuk membantu masyarakat, termasuk melaksanakan pemantauan, pengamanan, serta dukungan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan.

PINDAHKAN PASIEN – Prajurit Kodim 1603/Sikka bahu-membahu memindahkan pasien RSUD TC Hillers Maumere menuju lokasi yang lebih aman agar mendapat pelayanan dan penanganan medis. Dalam situasi yang penuh keterbatasan dan membutuhkan kecepatan, para prajurit TNI bersama tenaga medis dan unsur terkait.
(BIG.com/ist)
Salah satu aksi tanggap darurat ditunjukkan prajurit Kodim 1603/Sikka yang bergerak membantu evakuasi pasien menuju RSUD TC Hillers Maumere. Dalam situasi yang penuh keterbatasan dan membutuhkan kecepatan, para prajurit bersama tenaga medis dan unsur terkait bahu-membahu memindahkan pasien menuju lokasi yang lebih aman agar proses pelayanan dan penanganan medis dapat terus berlangsung.
Evakuasi dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan tetap memperhatikan kondisi masing-masing pasien. Kehadiran prajurit TNI di tengah situasi darurat tersebut menjadi bagian penting dalam membantu tenaga kesehatan, memperlancar proses pemindahan pasien, sekaligus menjaga kondisi lingkungan rumah sakit tetap aman dan kondusif. Langkah tersebut menjadi bukti bahwa dalam situasi bencana, TNI tidak hanya hadir untuk melakukan pemantauan, tetapi bergerak langsung memberi pertolongan ke masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan seperti pasien yang berada di fasilitas kesehatan.
Sementara itu perkembangan teranyar menurut kantor berita Reuters, Sabtu (15/8/2026), saat mengutif laporan Basarnas menyebut bahwa gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di wilayah timur Indonesia pada Sabtu (15/8/2026) ini mengakibatkan sedikitnya 20 korban jiwa. Gelombang tsunami kecil setinggi kurang dari 1 meter juga sempat terdeteksi di beberapa titik sebelum BMKG akhirnya mencabut peringatan dini tsunami sekitar tiga jam pascagejolak utama.
Tim SAR gabungan di Pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan bahwa evakuasi terus berlangsung. Kepala Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengatakan sejauh ini ditemukan 20 korban meninggal dunia, enam luka-luka, dan dua warga masih tertimbun reruntuhan.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf.Amrizal Nasution menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam setiap respons kedaruratan yang dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana. “Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto langsung menginstruksikan seluruh jajaran di wilayah terdampak agar bergerak sigap melakukan pemantauan dan membantu masyarakat. Dalam situasi seperti ini, keselamatan warga menjadi prioritas utama, termasuk memastikan pasien di fasilitas kesehatan seperti RSUD TC Hillers Maumere dapat dievakuasi dan mendapat penanganan secara aman,” tegasnya.
Menurut Kapendam IX/Udayana, gerak cepat prajurit di lapangan merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir dan memberikan bantuan ke masyarakat, khususnya ketika terjadi situasi darurat yang membutuhkan respons cepat. “Prajurit di lapangan akan terus membantu semaksimal mungkin sesuai kemampuan dan kondisi yang ada. Kami juga terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, BPBD, Polri, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera direspons,” tambahnya.
Jajaran Kodam IX/Udayana juga terus melakukan pemantauan perkembangan situasi, mengidentifikasi dampak gempa serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Personel TNI juga tetap disiagakan untuk memberikan bantuan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, termasuk dalam penanganan evakuasi dan dukungan terhadap masyarakat.

DI TEMPAT AMAN – Pasien RSUD TC Hillers Maumere berada di tempat aman di tenda TNI agar mendapat pelayanan dan penanganan medis yang memadai.
(BIG.com/ist)
Kodam IX/Udayana mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
TNI akan terus hadir di tengah masyarakat, bergerak cepat membantu setiap warga yang membutuhkan, serta bersinergi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan dampak gempa di wilayah NTT berlangsung cepat, aman dan terkoordinasi. (02)



