BIOSKOP CINEPLEX

 BIOSKOP DENPASAR CINEPLEX

MINGGU, 26 APRIL 2026

– STUDIO 1 (EXECUTIVE) THE MUMMY 13.00 – 15.45 – 18.30 – 21.15

–  STUDIO 2 (DELUXE) AYAH, INI ARAHNYA KEMANA, YA 12.30 – 17.00 – 19.15

–  STUDIO 2 (DELUXE) GHOST IN THE CELL 14.40 – 21.30

– STUDIO 3 (DELUXE) TIBA TIBA SETAN 12.30 – 17.10 – 19.30 – 21.50

– STUDIO 3 (DELUXE) SONGKO 14.50

– STUDIO 4 (DELUXE) PARA PERASUK 14.00 – 21.30

–  STUDIO 4 (DELUXE) GHOST IN THE CELL 16.45 – 19.00

–  STUDIO 5 (DELUXE) GHOST IN THE CELL 12.45 – 15.00 – 17.15 – 19.30 – 21.45

 ‘’Songko’’

FILM ‘’Songko’’ sebagai salah satu film horor yang menghadirkan ketegangan dengan mengangkat lokalitas dari tanah Minahasa, Sulawesi Utara. Berlatar tahun 1980-an, ‘’Songko’’ mengangkat legenda tentang makhluk nokturnal atau makhluk penghisap darah yang selalu menghantui masyarakat Minahasa di masa lalu.

Premis ini jelas membuat banyak orang penasaran dengan cerita yang diangkat film ‘’Songko’’, terlebih tak banyak film horor yang mengangkat tema dari luar Pulau Jawa. Songko mengambil latar desa terpencil di kaki Gunung Lokon. Kehidupan yang damai di desa ini mendadak berubah aura ketakutan yang mencekam dengan adanya kematian misterius. Dalam satu waktu, satu per satu gadis di desa itu tewas dengan kondisi kehabisan darah. Hal itu jelas membuat seluruh warga ketakutan. Warga kemudian menduga-duga Songko menjadi dalang di balik kematian-kematian misterius itu. Entitas gaib dengan jubah hitam tersebut memiliki rasa haus akan darah manusia dan mengincar gadis-gadis muda. Masyarakat pun kacau dan kecurigaan di antara warga pun meningkat.

Warga akhirnya mencurigai sosok bernama Helsye (Imelda Therinne), ibu tiri dari tokoh Mikha (Annette Adoarda). Helsye dituduh menjadi dalang hadirnya Songko di desa mereka. Dia dianggap sengaja memanggil Songko untuk mengganggu ketenangan desa mereka.

Akibatnya, Mikha sekeluarga dipaksa keluar dari desa karena dianggap sebagai sumber malapetaka. Mereka kemudian hidup dalam pengasingan. Namun  kebrutalan Songko malah semakin menjadi-jadi. Kematian terus terjasi meski Mikha sekeluarga telah diusir. Warga tak tahu lagi harus melakukan apa dan di sinilah plottwist demi plottwist dibangun hingga akhir film. Film ini merupakan film debut dari sutradara Gerald Mamahit yang sebelumnya ikut andil dalam skenario film horor terpopuler ‘’KKN di Desa Penari’’.

Film ini  menggunakan lokalitas sebagai dasar pengembangan konflik dan konsep hyperlocal storytelling untuk memperkenalkan budaya Minahasa ke masyarakat luas. (FK)

 

 TICKETING / BOX OFFICE :

– EXECUTIVE (STUDIO 1)

*Senin s/d Minggu Rp 30.000

 

– DELUXE (Studio 2-3-4-5)

Senin s/d Kamis Rp 20.000

*Jumat/Sabtu/Minggu/Malam Hari Libur Rp 25.000

 

More information :

 

BIOSKOP DENPASA CINEPLEX

Jl. Thamrin No. 69 Pertokoan Lokitasari lantai 3

Phone  0361.8497688 – 8497687

Email : denpasarcineplex@gmail.com

Web : denpasarcineplex.com

fb : Denpasar cineplex

INSTAGRAM : #denpasarcineplex

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru