Gianyar, BIG.com
Kompetisi rutin tahunan, Maybank Marathon 2026, menghadirkan ribuan pelari dari berbagai penjuru dunia mewarnai Bali United Training Center, Kabupaten Gianyar, Minggu (23/8/2026). Gubernur Bali Wayan Koster hadir memberi dukungan bagi salah satu ajang olahraga internasional yang sekaligus menjadi bagian penting dari pengembangan sport tourism di Pulau Dewata.
Kehadiran Gubernur Koster tidak sekadar menyaksikan jalannya perlombaan, namun juga keliling mengunjungi sejumlah stand UMKM di sana. Gubernur melihat beragam produk yang ditawarkan oleh pelaku usaha lokal. Koster pun berbelanja sebagai bentuk apresiasi, sekaligus dukungan terhadap UMKM yang mendapat ruang untuk memperkenalkan produk masing-masing ke peserta dan pengunjung dari berbagai daerah maupun mancanegara.
“Ini menjadi bagian penting dari even internasional yang memberi manfaat langsung ke masyarakat dan UMKM Bali,” ujar Gubernur Koster, sambil mengapresiasi penyelenggaraan Maybank Marathon yang mampu mempertemukan olahraga, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Maybank Marathon diikuti lebih dari 14 ribu pelari dari 46 negara, termasuk 11 pelari elite asal Kenya, dan Ethiopia. Para peserta berlaga dalam sejumlah kategori, mulai dari marathon 42,195 kilometer, half marathon 21,1 kilometer, 10K, wheelchair, hingga children’s sprint.
Maybank Marathon juga memiliki posisi penting dalam peta olahraga lari internasional. Ajang ini tercatat sebagai marathon pertama di Indonesia yang memperoleh status elite label dari World Athletics sejak 2020 dan pada penyelenggaraan tahun ini menyandang sertifikasi elite label road race.

HADIRI LOMBA LARI – Gubernur Bali menghadiri lomba lari internasional, Maybank Marathon 2026, di Bali United Training Center, Kabupaten Gianyar, Minggu (23/8/2026).
(BIG.com/ist)
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menyampaikan bahwa Maybank Marathon berkembang menjadi salah satu penggerak sport tourism di Bali. Tahun ini perputaran ekonomi yang ditargetkan dari penyelenggaraan even tersebut sekitar Rp300 miliar, meningkat dibanding dampak ekonomi regional sekitar Rp255 miliar pada tahun sebelumnya. Dampak ekonomi tersebut tidak hanya dirasakan penyelenggara dan peserta, tetapi juga mengalir ke berbagai sektor, seperti perhotelan, transportasi, pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM. Kehadiran ribuan pelari dari berbagai negara sekaligus membuka peluang lebih luas bagi Bali untuk memperkenalkan potensi wisata dan produk lokal.
Semangat Maybank Marathon juga tidak berhenti pada kompetisi olahraga. Sejumlah program sosial dan lingkungan turut dihadirkan, di antaranya “Jejak Hijau Desa Sanding” yang berfokus pada transformasi desa berkelanjutan, program Biru Charity untuk memberdayakan 100 generasi muda penyandang disabilitas dan anak yatim di Bali, serta run for charity yang diikuti 36 pelari dengan membawa misi sosial.
Bagi Bali, Maybank Marathon menjadi lebih dari sekadar perlombaan lari. Di balik setiap langkah para pelari, terdapat pergerakan pariwisata, geliat UMKM, promosi budaya dan ekonomi lokal, sekaligus pesan tentang kepedulian sosial dan lingkungan.
Kehadiran Gubernur Bali di tengah perhelatan tersebut mempertegas komitmen Pemprov Bali dalam mendorong even internasional yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Maybank Marathon pun menjadi salah satu contoh olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian Bali secara lebih luas. (02)



