Denpasar, BIG.com
Semangat tinggi generasi muda Bali mengangkat potensi arak lokal tercermint dalam audisi lomba Mixologi Arak Bali yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Buleleng, pada Senin (18/5/2026). Kegiatan yang dilangsungkan di aula Kantor DPD PDI Perjuangan Bali ini diikuti para peserta dari empat kabupaten/kota.
Peserta yang mengikuti audisi berasal Kota Denpasar, Klungkung, Karangasem, dan Buleleng. Antusiasme peserta begitu tinggi sejak awal acara dimulai. Mereka menunjukkan kemampuan terbaik dalam meracik minuman berbahan dasar arak bali dengan kreativitas dan sentuhan khas masing-masing.
Dari semua peserta yang tampil, hadir pula tiga ‘’Srikandi’’ yang ikut bersaing mewakili Klungkung, Karangasem, dan Buleleng. Kehadiran para wanita muda ini menjadi warna tersendiri dalam kompetisi yang didominasi peserta laki-laki tersebut.

MIXOLOGI ARAK BALI – Salah seorang remaja putri saat mengikuti audisi lomba Mixologi Arak Bali yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Buleleng, pada Senin (18/5/2026).
(BIG.com/ist)
Audisi juga disaksikan Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster. Kehadirannya menjadi penyemangat bagi para peserta yang tampil penuh percaya diri di hadapan dewan juri.
Para juri kemudian memilih tiga peserta terbaik dari masing-masing kabupaten/kota untuk melaju ke babak final yang digelar pada Juni 2026.
Untuk Kota Denpasar, juara pertama diraih I Kadek Ryan Budi Ardika, disusul Kadek Dika Sastrawan sebagai juara kedua, dan I Wayan Levi Johniawan di posisi ketiga. Sedangkan Karangasem didominasi peserta dari LPK Monarch Bali Candidasa. Juara pertama diraih I Kadek Agus Ariya, juara kedua I Wayan Taman Artha, dan juara ketiga I Kadek Buda Arnawa. Untuk Buleleng, Ketut Rino Suyastrawan berhasil meraih juara pertama, kedua diraih I Putu Aldy Muliastrawan, sedangkan juara ketiga diraih I Komang Tri Widhi Ardika.
Hal menarik justru hadir dari Klungkung. Jika di daerah lain para juara didominasi peserta laki-laki, berbeda dengan Klungkung yang hanya memiliki satu peserta wanita dalam audisi ini. ‘’Srikandi’’ muda bernama Dewa Ayu Sri Wahyuni tampil percaya diri di tengah 14 peserta yang mengikuti audisi.
Walau satu-satunya wanita yang bersaing di Klungkung, Dewa Ayu Sri Wahyuni mampu membuktikan kemampuannya dalam meracik minuman berbahan arak bali secara maksimal hingga berhasil keluar sebagai juara pertama. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa wanita juga mampu bersaing dan berkreasi di dunia mixologi dengan kaum laki-laki. Posisi kedua untuk Klungkung diraih I Nyoman Devan Rishikesha Sabha, sedangkan Arya Agung Mahendra Kusuma menempati posisi ketiga.
Lomba Mixologi Arak Bali kali ini berhadiah total beasiswa sebesar Rp39 juta. Lomba ini dalam rangka memeriahkan bulan Bung Karno 2026. (02/r)


