Karangasem, BIG.com
Menjelang puncak karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Tahun 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menegaskan komitmen kuat menjaga kesucian kawasan suci Pura Agung Besakih melalui kebijakan tegas pengendalian sampah, khususnya larangan total plastik sekali pakai.
Komitmen ini mengemuka dalam rapat persiapan akhir di ruang rapat Gedung Wyata Graha, Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Karangasem, Selasa (31/3/2026). Rapat tersebut dihadiri berbagai unsur strategis antara lain Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra perwakilan Polda Bali, perwakilan Pemkab Karangasem, sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Bali, Kepala Badan Pengelola Kawasan Besakih, serta prajuru Pura Agung Besakih.
Rangkaian karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) berlangsung selama 21 hari hingga 23 April 2026, dengan puncak karya pada Purnama Kedasa yakni Kamis (2/4/2026).

CEK FASILITAS – Gubernur Bali Wayan Koster dan rombongan, Kamis (2/4/2026) hendak mengecek semua fasilitas di sekitar Pura Besakih menjelang karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Tahun 2026.
(BIG.com/ist)
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa seluruh aktivitas di kawasan parahyangan harus bebas dari sampah plastik. “Yang ke parahyangan itu semuanya non-plastik. Tidak boleh ada tas kresek, botol plastik, dan gelas plastik. Semua harus bersih, ini soal kesucian,” ungkapnya.
Seluruh pamedek yang masuk akan diperiksa. Jika masih membawa plastik sekali pakai, maka tidak diperkenankan masuk sebelum diganti dengan non-plastik. Tidak hanya itu. Prinsip “bawa masuk – bawa pulang” juga diberlakukan secara ketat.
“Apa yang dibawa masuk harus dibawa pulang. Jangan buang di jalan, jangan di kawasan suci. Ini harus terus diumumkan, disampaikan, dan disebarluaskan, agar seluruh masyarakat tahu” tegas Koster.
Demi suksesnya harapan mulia untuk kesucian Pura Agung Besakih dan kebersihan alam, edukasi dan sosialisasi mesti dilakukan secara masif serta pengawasan ketat akan terus dilakukan. Sebagai penguatan, panitia telah menyiapkan: sekitar 200 spanduk himbauan kebersihan, edukasi langsung di lapangan, pengumuman berulang melalui pengeras suara, serta kampanye melalui media sosial (medsos).
Pengawasan juga akan diperkuat dengan menempatkan petugas di titik rawan, pemantauan melalui CCTV, hingga penindakan terhadap pelanggaran.
Titik rawan yang menjadi perhatian antara lain areal parkir Kedundung, kawasan pedagang bencingah, jalur pergerakan pamedek, hingga beberapa area yang sering dimanfaatkan oleh pamedek untuk istirahat.
Hal lain yang menjadi perhatian serius adalah kebersihan pedagang dan keamanan pangan. Panitia bersama BPOM, Dinas Kesehatan, dan puskesmas akan mengedukasi para pedagang, sampling makanan, hingga pemeriksaan rutin harian.
Sanksi tegas akan dilakukan bila ditemukan pelanggaran. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi kasus keracunan makanan yang dapat mencoreng pelaksanaan karya. “Kalau masih bandel, kita tutup dan blacklist. Ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tegas Koster.
Tidak hanya pemerintah, berbagai unsur juga dilibatkan guna mendukung IBTK 2026 mulai sekolah (SD, SMP, SMA), komunitas relawan, pedagang, hingga desa adat di seputar Besakih. Gerakan ini menjadi simbol gotong royong menjaga kesucian Besakih.
Di tengah arus ribuan pamedek yang akan hadir selama 21 hari, pesan Gubernur Koster terasa sederhana namun kuat. “Ini bukan hanya soal acara besar. Ini tentang menjaga kesucian Pura Agung Besakih, kesucian upacara yang digelar. Kalau kita disiplin, Besakih tetap suci dan bersih.” tegasnya.
Pmprov Bali jugabergerak cepat membenahi infrastruktur menuju Pura Agung Besakih, dengan fokus pada jalan dan penerangan yang diharap memperlancar arus perjalanan para pamedek, serta memberikan rasa aman dan nyaman saat tangkil ke Pura Agung Besakih.
Gubernur Koster secara tegas memerintahkan jajarannya agar melaksanakan percepatan perbaikan tanpa birokrasi berbelit. Dia menyoroti masih ada jalan berlubang di sejumlah titik, penerangan yang tidak berfungsi, dan jalur gelap minim rambu yang berpotensi membahayakan pamedek. Beberapa titik seperti wilayah Kunyit, dan beberapa jalur lain menuju Besakih disebut masih memerlukan penanganan cepat.
Alat berat dan tim siaga turut dikerahkan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, di antaranya ekskavator dan buldozer, truk crane dan peralatan tambal jalan siaga,serta personel teknis di lapangan. Semua pekerjaan ditargetkan rampung sebelum puncak karya.
“Pamedek jangan terlalu lama antre, harus nyaman dan aman saat tangkil. Kami targetkan bisa selesai dalam waktu yang wajar,” tandas Koster. (02)
CEK FASILITAS – Gubernur Bali Wayan Koster dan rombongan, Kamis (2/4/2026) hendak mengecek semua fasilitas di sekitar Pura Besakih menjelang karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Tahun 2026.
(BIG.com/ist)


