Menteri ESDM: Perlancar Pasokan BBM ke Bali, Kapal Pengangkut Kini Jadi Tujuh

Denpasar, BIG.com

Terganggunya pasokan BBM ke Bali dipicu keterlambatan kapal tanker pengangkut BBM dari Jawa ke Bali. Masalah itu mengakibatkan penurunan cadangan BBM di Pulau Dewata selama tiga hingga empat hari. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal tersebut saat jumpa pers di Depo Pertamina, Pesanggaran, Denpasar Selatan, Senin (19/10/2026).

Dia menambahkan gangguan pengiriman tersebut berdampak terhadap kelancaran distribusi BBM di sejumlah wilayah Bali dan menjadi salah satu faktor yang memicu persoalan antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Untuk memperlancar pasokan BBM, jumlah kapal pengangkut yang sebelumnya tiga unit kini ditingkatkan menjadi tujuh unit. Langkah itu diharap mempercepat distribusi BBM dan menjaga ketersediaan pasokan di seluruh wilayah Pulau Dewata. “Saya meminta Pertamina agar menaikkan status yang tadi sebelas hari menjadi lima belas hari. Kapal juga saya tambah menjadi tujuh untuk menyuplai BBM,” tegas Bahlil didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, dan Kepala SKK Migas, serta pejabat lainnya.

KETERANGAN – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan mengenai perkembangan BBM di Bali saat mengunjungi Depo BBM Sanggaran, Denpasar Selatan, Senin (19/10/2026).

(BIG.com/ist)

Bahlil menegaskan bahwa percepatan distribusi kini menjadi perhatian pemerintah sejak dia menggelar rapat koordinasi di Jakarta beberapa hari sebelumnya. Dia secara terbuka juga menyebut persoalan BBM di Bali berkaitan dengan masalah teknis dalam manajemen internal arus logistik Pertamina. Persoalan tersebut harus menjadi tanggung jawab bersama untuk diselesaikan agar tidak terus membebani masyarakat. “Apa pun itu, masih bagian yang harus kita tanggung jawab bersama-sama,” ungkapnya.

Pemerintah tidak hanya berfokus pada penambahan stok, tetapi juga pada pembenahan distribusi agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu kebutuhan masyarakat. Pemulihan cadangan di tingkat terminal ini pun perlu diikuti dengan kelancaran penyaluran ke SPBU. Ketersediaan stok di depot tidak serta-merta menjamin antrean langsung hilang bila distribusi ke setiap wilayah belum berjalan optimal.

Bahlil menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda Bali Irjenpol Pasma Royce, jajaran TNI, serta masyarakat, yang bekerja sama dalam upaya mengurai persoalan BBM.

Bagi Bali, kelancaran pasokan BBM juga memiliki arti penting karena aktivitas ekonomi daerah sangat berkaitan dengan mobilitas masyarakat, transportasi, distribusi barang, dan sektor pariwisata. Dengan target cadangan 15 hari dan penambahan kapal pengangkut dari tiga menjadi tujuh unit, pemerintah dan Pertamina kini dituntut memastikan seluruh langkah tersebut berjalan efektif.

Sedangkan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengaku telah melakukan evaluasi dan akan melakukan upaya terbaik. Dia berjanji tetap berkomitmen agar tidak terulang kejadian yang menyebabkan kelangkaan BBM di Pulau Dewata. Simon berjanji bahwa Pertamina akan memberi pelayanan sebaik-baiknya ke masyarakat Bali dan masyarakat Indonesia. Dia yakin kebutuhan energi merupakan denyut nadi perekonomian yang mendukung sektor pariwisata di Pulau Bali. Termasuk, kebutuhan vital UMKM dan aktifitas ekonomi lainnya.

Di sisi lain, Bahlil menyampaikan bahwa secara nasional cadangan pertalite atau RON 90 berada pada kisaran 16 hari hingga 18 hari. Stok produk BBM lainnya  berada di atas rata-rata 20 hari, sesuai standar minimum nasional yang disampaikan dalam rapat tersebut. (02)

 

Berita Lainnya

Kumpulan berita lainnya terbaru