Denpasar, BIG.com
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis pertalite oleh oknum operator di SPBU 54.801.52 di Jalan Padma, Penatih, Kota Denpasar, Bali. Saat ini kejadian tersebut dalam proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum (APH).

(BIG.com/grafis AI)
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Kamis (29/10/2026), menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga menghormati proses hukum yang berjalan dan mendukung upaya pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar sesuai ketentuan. “Kami menghormati proses penyelidikan yang sedang berlangsung dan mendukung upaya aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan agar penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan,” tegas Ahad.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga telah memberhentikan pelaku serta menjatuhkan sanksi dan pembinaan ke pihak SPBU terkait. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga mendorong perbaikan aspek pelayanan dan operasional di SPBU. Seluruh operator SPBU diingatkan kembali untuk menjalankan standar operasional prosedur (SOP), termasuk memastikan kesesuaian QR Code dengan kendaraan yang melakukan pengisian BBM bersubsidi.
Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat yang menemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135.
Sebelumnya terungkap bahwa empat orang bekerja sama dengan seorang karyawan SPBU 54.801.52 di Jalan Padma, Penatih, Kota Denpasar. Hebatnya, sekitar sebulan saja, sindikat ini diduga berhasil mengumpulkan 750 liter pertalite menggunakan 57 barcode untuk pembelian berulang. Hasilpengumpulan itu lalu dipasarkan ke warung-warung, SPBU mini dan Pertamini.
Karyawan SPBU berinisial PS diduga membantu menyiapkan barcode agar pembelian pertalite supaya dapat dilakukan berulang kali. Pertalite lalu dimasukkan ke tangki sepeda motor dan mobil Carry. Kedua kendaraan itu selanjutnya digunakan untuk mengangkut BBM yang dikeluarkan dari tangki menggunakan peralatan khusus. Kelompok ini diduga mampu meraup untung Rp75 juta per bulan. (01)

